Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Ke Palembang Lewat Jalan Tol

pada 22 Desember 2020

Bismillahirrohmanirrohim

Terakhir nulis di blog Januari 2020, sekarang nulis lagi pas di akhir tahun 2020. Sungguh  kemalasan yang tak patut ditiru. 😁😁

Pandemi masih belum berakhir yah, makanya saya dan suami selalu berpikir panjang  saat akan memutuskan melakukan perjalanan . Termasuk keraguan saat akan  bertemu mertua di Palembang. Apakah aman bepergian di tengah kondisi seperti ini, tapiiii satu sisi rasanya sangat  ingin menjenguk orang tua karena  lebaran lalu kami tidak bisa  mudik akibat si koronce sedang dalam puncaknya dan tempat tinggal kami juga di lock down.😌😌

Akhir Nopember lalu, kepikir lagi pengen mudik karena beberapa kali ibu mertua telpon selalu bilang kangen dengan cucu cucu dan akhirnya dengan berbagai pertimbangan, terutama dengan niat birrul walidain, saya dan suami memutuskan jadi berangkat ke Palembang. Salah satu alasannya akhir  bulan Nopember bukan musim liburan dimana jalanan tidak akan seramai saat liburan dan kemungkinan terhindar dari kerumunan manusia. Kami juga dengan ketat menerapkan protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan sesering mungkin dan menjaga jarak aman.

Kami  tidak naik pesawat karena  biayanya jadi berkali kali lipat disebabkan ada aturan wajib test swab. Lumayanlah ya, biaya pesawat  4 orang plus biaya test ini itu. Jadi diputuskan naik mobil. Selain  kepengen memberikan pengalaman baru untuk anak-anak  menyeberang pulau dengan naik kapal, kami juga ingin mencoba jalan  tol dari Lampung sampai Palembang.

Kami berangkat dari Bekasi jam 6 pagi dan sampai pelabuhan Merak pukul 8.30. Sesuai prediksi, jalanan sepi dan lancar jaya. Dengan pedenya langsung ke loket beli tiket untuk naik kapal dan ternyata ditolak, karena ternyata sekarang pembelian tiket kapal harus lewat online dengan menggunakan aplikasi  Ferizy. Selesai urusan tiket yang tidak terlalu lama, mobil kami masuk kapal. Buat saya ini sebenarnya pengalaman kedua menyeberang selat sunda. Dulu pertama kali naik kapal saat baru menikah, tapi tidak terlalu terasa karena naik bis dan malam hari pula. Tapi saat ini lebih menyenangkan karena pagi hari dan cuacanya bagus meskipun plus deg deg an sebab bawa dua bocah yang engga bisa anteng duduk diam. Mamak ngeri liat laut.πŸ˜„πŸ˜„

Setelah 2 jam perjalanan di kapal, akhirnya sampai juga di Lampung. Alhamdulillah selamat sehat wal afiat engga ada yang muntah dan pusing-pusing. Tapi saya agak menyesal karena cuma dapat sedikit foto yang bagus padahal cuaca benar benar cerah dan ombaknya pun santuy. Ini semua gegara sibuk megangin bocah, takut pada nyebur. 😩. Kami keluar pelabuhan setelah antri sebentar di kapal karena memang penumpangnya tidak banyak dan langsung masuk tol yang sepiiiiii dan masih jarang kendaraan. Mungkin karena  ini bukan akhir pekan dan bukan saat liburan panjang ditambah lagi pandemi masih belum berakhir, jadi jalanan benar benar lengang.

 Selama di tol Lampung , jalanan masih mulus, disuguhi pemandangan kebun pisang, sawit, nanas dll. Alhamdulillah kami sangat menikmati perjalanan. Tetapi saat memasuki tol wilayah Palembang  mulai banyak jalanan yang rusak dan terlihat diperbaiki oleh petugas. Kecepatan langsung dikurangi apalagi hujan turun deras dan jarak pandang hanya beberapa meter. Beberapa kali kami melewati lubang-lubang yang tergenang air. Kondisi seperti ini mengingatkan kami saat ke Dieng tahun lalu, menggunakan jalur yang tidak biasa, dimana perjalanannya sangat mencekam, hujan lebat, kabut, gelap dan tidak terlihat apa-apa di jalanan, sedangkan kanan kiri jurang menganga. Sungguh perjalanan yang menegangkan karena semua yang ada di mobil (kecuali pak sopir) nangis bareng-bareng πŸ˜„πŸ˜„. Ceritanya ada di sini ya

Pukul satu siang kami istirahat, sholat dan makan di rest area. Meskipun banyak rest area di sepanjang  jalan tol Lampung Palembang ini, tapi masih banyak yang belum berfungsi semuanya. Jadi kami memilih Rest Area yang ramai, ngeri lah ya kalau tempatnya sepi khawatir terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Alhamdulillah Rest Areanya bersih dan terawat jadi kami nyaman di sana. Mungkin karena tidak terlalu ramai juga jadi kami merasa aman meskipun tetap menjaga protokol kesehatan.

Kira-kira satu jam kami istirahat dan langsung melanjutkan perjalanan. Huhuhu, kami kembali menemui jalan tol yang rusak, beberapa kali mobil tidak bisa menghindari lubang  dan kami semua di dalam mobil terguncang guncang. Mungkin jalan tol ini rusak salah satu penyebabnya kondisi tanah yang berbeda dengan Lampung ya atau mungkin juga ada penyebab lain. Eeeh kalau ada yang salah dimaafkan yah ke sotoy an saiah ini. *Sungkem sama yang bikin jalan tol πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

Keluar Tol Palembang pukul 16.30 berbarengan dengan banyak truk dan kendaraan berat lainnya yang juga memasuki Palembang.  Sampai di pertigaan setelah keluar tol ada petunjuk arah, ke kiri Kertapati dan ke kanan Jakabaring. Suami memilih ke kiri, tapi feeling saya sih kami harusnya belok ke kanan. Meskipun saya baru beberapa kali ke Palembang, tapi nama Jakabaring  tidak asing dan itu sudah dekat dengan rumah mertua di 11 ilir. Tapi atas nama menurut sama pak suami ya sudahlah saya tidak banyak komentar. Ternyata benar, pak suami baru sadar kami salah jalan setelah perjalanan sudah jauh. Bukan salah jalan sih sebenarnya, hanya jalan yang kami lewati terlalu jauh. Akhirnya baru sampai rumah mertua 18.00 Alhamdulilah biar bagaimanapun, perjalanan ini cukup menyenangkan, dan yang terpenting kami semua sehat, selamat dan bisa bertemu dengan keluarga di Palembang.  πŸ€—πŸ€—

Semoga pandemi segera berlalu ya supaya bisa bebas bepergian tanpa rasa khawatir.

mau difoto, jadi masker copot dulu sementara 😁😁
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: