Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Buku-buku itu…..

Bismillahirohmanirrohim

Sejak bisa baca aku sudah mulai jatuh cinta dengan buku. Buku apa saja yang ada di rumah pasti aku baca.  Maklum lagi semangat-semangatnya baca, apa saja yang bentuknya tulisan wajib dibaca dan itu tidak hanya buku. Dulu pernah diajak ke rumah saudara naik bis, di sepanjang jalan aku baca satu persatu tulisan di papan reklame, spanduk, sampai coret-coretan anak sekolahan di dalam bis. Mending yaa…. bacanya dalam hati, ini satu bis denger semua. Wkwkwkwk….

Sering juga kalau lagi bantuin mama masak di dapur (pencitraan anak rajin 🙂 ) bungkus cabe bawang yang dari majalah atau koran ikut jadi bahan bacaan, dan paling geregetan pas ada cerita yang seru eeeh terpotong karena kertasnya sobek. Penasaraaaaaaaan banget itu endingnya gimana.

Berhubung dulu ortu kurang mendukung minat bacaku dan karena alasan ekonomi juga, jadi jarang banget dibelikan buku. Nah sepupuku sebaliknya, di rumahnya bertaburan buku-buku keren dan majalah anak-anak. Jadi kalau lagi main ke rumahnya, langsung mojok cari posisi uenak untuk baca-baca sepuasnya.

Aku suka buku-buku cerita tapi paling males baca buku pelajaran. Jangan ditiru ya adik adik . Apalagi baca buku sejarah yang tebel-tebel itu, prinsipnya ga suka sejarah karena punya motto hidup,  yang lalu biarlah berlalu Pernah suatu hari saat jam belajar di rumah, aku pura-pura baca LKS yang bukunya besar itu. *eh zaman sekarang masih ada gak sih LKS? Ketawan tuirnya deh. Papaku yang sangat galak disiplin itu mengawasi dari seberang meja. Tekuuun amat nih anak… papa ga tau di dalam LKS itu ada buku komik favoritku. Hihihiii….. bandelnya dirikuw….. semoga nanti Kanaya ga ikutan kaya bundanya.

Saking sukanya baca, kalau anak-anak lain cita-citanya pengen jadi dokter, tapi kalau aku malah punya cita-cita pengen jadi loper koran atau jualan majalah, buku, di pinggir jalan. Alasannya biar setiap hari bisa baca gratis. Secara punya pengalaman buruk dipelototin pak satpam gegara baca buku lama banget di Gramedia tanpa membeli. Pernah terbesit juga pengen jadi penjaga perpustakaan etapi klo dipikir-pikir lagi emang yang jagain perpustakaan kerjanya cuma baca doang, kan mereka banyak yang dikerjain. Ealaaah namapun pemikiran bocah yaaa….

Saat dewasa dan udah bisa cari uang sendiri, nafsu belanja buku sudah tidak bisa terbendung lagi. Setiap bulan selalu menyisihkan uang gaji untuk membeli beberapa buku. Aku paling suka sama buku-buku psikologi, buku motivasi, kisah nyata dan buku yang ceritanya lucu-lucu. *kode nih buat yang mau kadoin buku xixixi. Saat usia menjelang pernikahan, meskipun saat itu belom ada jodohnya, sudah mulai suka baca-baca buku tentang pernikahan dan parenting.

Setiap hari aku selalu berusaha membaca beberapa lembar buku. Kalau yang bukunya agak serius bisa beberapa hari baru tamat, tapi kalau yang bukunya menghibur dan ada unsur detektifnya biasanya langsung dilahap sampai halaman terakhir. Nah , kebiasaan baca buku setiap hari ini yang sekarang sudah mulai ditinggalkan, alasan klise sih, repot bagi waktu untuk keluarga. Sudah diniatkan mau istiqomah baca buku setiap suami atau anak sudah tidur, etapi mereka tidur, eike pun ikut menyusul juga ke alam mimpi cencunya.

Bulan Maret ini seperti tahun tahun sebelumnya, ada Islamic Book fair lagi di Senayan. Udah 3 tahun euy sejak hamil Kanaya, aku tidak kesana lagi. Dulu sih setiap ada book fair pastilah aku datang, karena book fair itu seperti surganya pecinta buku. Bukunya buanyak, beraneka ragam dan yang paling penting diskonnya lumayan. * pecinta diskonan. Enggak pernah kapok datang ke sana meskipun pernah kejadian ngeborong buku sampai kalap abis ratusan ribu, sampai akhirnya pas tanggal 10 cuma bisa manyun karena duit gajian udah abis.

Saking banyaknya buku-buku hasil dari memuaskan hawa nafsu itu, rumah jadi berantakan karena ada buku nyempil dimana-mana, akhirnya beli 2 rak buku dan terisi penuh. Karena terbatasnya ruang, akhirnya ruang tamu disulap jadi perpustakaan pribadi yang mungil. Kalau ada teman-teman atau saudara yang datang nggak usah pakai disuruh, langsung pada milih sendiri-sendiri buku yang pengen dipinjam. Enggak bisa melarang lah kan diriku peri baik hati yang tidak sombong hehehehe. Sekarang rak buku nyaris setengahnya melompong, entah bertebaran dimana buku buku itu. Kembalikan bukuku… kembalikaaaaaaaann. *mulai histeris karena tidak bisa mengingat siapa saja yang pinjam bukuku.

Jadi ini postingan panjang lebar intinya cuma mau ngingetin yang pernah pinjem buku ayo balikin …. hehehehe.

Ya sutralah….. buat teman-teman yang kepengen datang ke Islamic book fair jangan lupa catat tanggalnya 1-10 Maret 2013 di  Istora Senayan Jakarta . Discountnya gede-gedean lho…. selamat belanja buku yaaaa……

115

gambar dari sini

Iklan
34 Komentar »

Semoga lebih baik

Yeaayyy…. postingan pertama ditahun 2013

Seperti yang lainnya awal tahun adalah saat tepat untuk mengevaluasi perjalanan kita selama setahun dan bersiap membuat resolusi untuk setahun kedepan. Muhasabah kalo bahasa solehahnya yang sering dipakai.

Jadi keingetan sama tausiyahnya ust Ihsan Tanjung waktu mabit di mushola BSM thamrin tahun duluuuu banget, waktu masih belom nikah, masih unyu unyu muda dan lagi haus-hausnya sama kajian keislaman. Muhasabah itu ada muhasabah harian, mingguan, bulanan, tahunan. Dan hidup jadi lebih terarah kalau kita sering-sering muhasabah . Trus apa kabar diriku?… errrr…. ngakulah kurang konsisten sama amal kebaikan yang satu ini. Makanya moment awal tahun ini jadi saat yang pas untuk muhasabah diri. Meskipun mungkin sebenarnya lebih pas lagi kalau di awal tahun baru Islam ya di bulan Muharam kemarin.

Tentang Resolusi, ah jadi kepengen malu. Kenapa selalu bersemangat menyusun resolusi di awal tahun lalu dengan sukses tidak menjalankan semuanya. Kenapa… tanya kenapa.* Ngumpet di balik pohon

Insya Allah mudah-mudahan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Jadi resolusi yang dibuat tidak sekedar menjadi angan-angan tanpa realisasi, dan yang lebih penting resolusi itu tidak hanya bermanfaat buat diri sendiri tapi bermanfaat juga buat sekeliling.

Hal utama yang kepengen aku lakukan di tahun ini adalah memperbaiki ibadahku. Secara kondisi keimanan sering terjun bebas dan terseok seok untuk bisa naik lagi. Ah tutup muka deh klo ngomongin ibadah, padahal udah tauk kalo harus banyak-banyakin bekal untuk kehidupan yang lebih abadi. * toyorkepalasendiri

Yang selanjutnya, kepengen lebih semangat berwirausaha, supaya lebih siap secara financial kalau suatu saat nanti resign. Trus kepengen lebih sabaaaaaaar menghadapi masalah apapun. Mudah-mudahan si emosi ini bisa turun tahta ke tingkat paling bawah.

Hmmm… enggak ada resolusi yang istimewa sih, cuma berharap berharap dan berharap aku bisa lebih baik dari sebelumnya. Aku doakan teman-teman juga, semoga tahun ini juga jadi tahun yang penuh dengan keberkahan

cemunguuuudzz… kaka

pizap

6 Komentar »

komentar-komentar aduhaaai…

Seminggu ini, di rumah ibuku ada tukang yang lagi merenovasi kamar. Jadi ibu enggak bisa tinggal di rumahku karena harus mengawasi tukang-tukang tersebut. Sebetulnya aku kepengen cuti tapi kerjaan di kantor lagi numpuk. Jadi terpaksa setiap pagi Kanaya diantar ayah bunda yang sekalian berangkat kerja, ke rumah mbahnya dan sore di jemput atau diantar sama omnya Kanaya.


Kasihan sih sebenarnya pagi-pagi abis mandi udah naik motor, sore naik motor lagi. Kanaya sih seneng-seneng aja secara memang dia paling senang naik motor, tapi aku rasanya ga tegaaaaa…….

Akhirnya cuma bertahan beberapa hari, aku nekat ngajuin cuti, alhamdulillah di acc sama bos. Jadi dalam beberapa hari, Kanaya full sama bundanya… uuughhh senangnya, terlepas sementara dari rutinitas kerja, merasakan indahnya menjadi stay at home mother.


Rutinitas pagi, Kanaya ngajak main ke luar, langsung disambut sama tetangga. Tanya-tanya kok tumben sama bunda, mbahnya kemana. Mulai komentar, kalo sama mbahnya sih biasanya kalo pagi diajak muter-muter naik sepeda, kalo sama bundanya cuma main di depan rumah doang yaaah... hmmmm…


Waktunya Kanaya sarapan, menunya bubur oat keju dikasih kaldu daging, hmmmm yummy…. karena makannya sambil bermain dan mengacak-acak buku, jadi ada sisa makanan yang belepotan di sekitar mulutnya. Kebetulan ada tetangga lewat mampir menjenguk Kanaya, eeeeh sempet juga komentar

kok makannya lama sih Kanaya? Belepotan lagih, kalo disuapin mbahnya sih ga pernah belepotan beginih…. “ Jyyyaaahhhh….. kenape juga ngebandingin sama mbahnya, kan orang beda-beda yang penting makanan habis, lagian nanti mulutnya bisa dibersihkan pakai air, bukan begitu bukan yaaa….


Menjelang siang, matahari lagi terik-teriknya. Kanaya memang bunda ajak main di dalam rumah, beberapa teman-teman sebayanya juga diundang main ke rumah supaya Kanaya tidak mengajak main keluar. Habis main, saatnya bobo siang, dan sorenya Kanaya ngajak ke luar, langsung deh disambut sama komentar lagi…. “Waaah Kanaya enggak ada mbahnya, dikurung sama bunda yaaa ga boleh keluar yaaa…..” Ayaaam kali bu di kurung, hehehehe…. mbah lagi….mbah lagi…..

Habis mandi sore, Kanaya ajak main sepeda di luar rumah, udah siap-siap sama hujan komentar. Bener aja, baruuuu keluar pager ada ibu yang ngeliatin Kanaya sambil bilang, “koq Kanaya enggak ada mbahnya , wajahnya layu siih.”.… Hhhhyyyaaa… emang Kanaya sama bundanya tekanan bathin gitu kali yaaah… kan bangun tidur buuuuk, wajah masih belum semangat. Bunda tetap senyum sih, enggak jawab apapun, maklum yang paling muda, ngejawab dikit, langsung dinasehatin panjang lebar.

Beginilah kalo tinggal di perumahan yang udah pada senior semua, usia bunda sama dengan usia beberapa anak mereka. Senangnya dianggap anak sendiri, tapi dukanya harus tahan kuping sama komentar-komentar yang aduhaaaiiii…. dianggap enggak punya pengalaman mengasuh anak, dianggap masih kecil, setiap melakukan apa saja untuk Kanaya adaaaa aja komentar miring. Lhaaa, … Kanaya kan anaknya bunda yaks, masak sih mau diterlantarkan. Biar ga punya pengalaman ngasuh anak tapi kan cari ilmu juga lewat internet, lewat orang lain, lewat ibu dll .

Menjelang malam, mbahnya enggak tahan kangen berat sama Kanaya dan berkunjung ke rumah. Ketemu sama tetangga dan terjadilah dialog ini…
tetangga : eeh ibu baru keliatan, kemana aja…
mbah : rumah lagi di renovasi , jadi nungguin tukang
tetangga : jangan lama-lama atuh buuu……
mbah : memang kenapa ?
Tetangga : kasihan itu kanaya kalo ditinggal lama-lama cuma sama bundanya (wajah serius mimik prihatin)


Gdubrraakk……. Hwaaaa…. haallloooo…. Kanaya bersama bundanya lhooo, ….. bundanya baik hati, ramah tamah, tidak sombong dan rajin menabung…… bukan bersama ibu-ibu judes penculik dan penyiksa anak…. emangnya Kanaya kalo sama bunda di suruh nimba aer, disuruh ngepel sama belanja di warung? Tubuhnya mulus ga ada cubitan dan selalu wangi. Makan juga doyan, tidur cukup. Jadi ga ada yang perlu dikasihani ya buuuuk… (tentu saja omongan ini cuma dalem hati doang) hehehe…

8 Komentar »

Hah????… hamil lagi?

Kanaya udah 11 bulan. Alhamdulillah makin cerdas, tambah aktif dan menggemaskan. Masih ASI juga dan enggak ditambah susu-susu yang lain. Aku masih istoqomah menyusui insya Allah sampai Kanaya 2 tahun. aamiin… tetapiiii efeknya sodara-sodara,  badan jadi lebih luas. Duuuh mo bilang gemuk kok ya susah bener. ^_*

Menurut teori sih katanya ibu menyusui cenderung lebih langsing. Tetapi mengapa diriku tidak? kok badan malah makin padet begini?…. hiks… hiks…  Ngaku deh emang paling males olah raga, tapi nafsu makan menggila, jadilah hasilnya seperti ini.

Setiap teman yang udah lama enggak ketemu pasti komentarnya sama….. hamil lagi ya mba rin?, bahkan temen kantor bikin gosip, bu Rina hamil lagi, hebat deh cepet banget Kanaya langsung mau dikasih adek. Hwaaaaa…… ini bukan hamil, ini perut yang buncit,  bapak-bapak pembuat gosssippp…..

Nah yang bikin terharu (baca : dongkol ) waktu anak tetangga depan rumah umur 5 tahun, suatu hari dengan pandangan takjub melihat perutku dan mendekat, kemudian mengelus-ngelus perutku… “ih tante hamil yaa… ” sambil cengengesan. Hiks.. anak 5 taon gitu looh..

Apa iya aku segendut ibu-ibu hamil? perasaan biasa-biasa aja deh, kalo rok sih emang cuma 3 yang masih bisa di pake, baju juga cuma 4 kok yang udah ga muat. Nah pas kemaren lewat toko yang ada kaca besarnya barulah sadar bahwa memang diriku ini sekarang gendut syekale. Perut agak menjulang beberapa centi. Enggak sadar pegang-pegang perut sendiri, kira-kira kalo hamil cocoknya hamil berapa bulan yaa…. hihihihi

Ahh…. enjoy my life sajalah … daripada sutris, ASI ku malah drop…..

betul…. betul…. betull….. *menghibur diri sendiri

12 Komentar »

PR dari tetangga sebelah

Jarang-jarang nih dapet PR kek beginian, disuruh nulis 10 Hal tentang diriku. Dapet PR nya sih udah lamaaa banget dari bulan Juni, tapi baru sempet dikerjain sekarang, semoga sang pemberi PR ummi nabil, bisa memaklumi dirikuw yang sok sibuk ini… hehehe…
yuuk mariii disimak 10 hal tentang Rina…

1. Singuin
Kalo kata teman-teman sih aku orangnya rame pisan, kalah deh pasar inpres, tapi aku sering merasa lebih melankolis dibanding singuin, mungkin perpaduannya kali yah…

2.Emosian

Kepala sering ada tanduknya kalo ada yang bikin diri ini kesaaaal, dah gitu lama lagih pulihnya… ups, jangan ditiru sungguh sifat yang tidak baik… lagi belajar lebih sabar sih, doain sukses yaks…hehe

3.Humoris

Pernah ada teman yang terkaget-kaget pas tauk aku bisa ngelucu, soale memang aku kalo di lingkungan baru biasanya pendiam dulu sambil mengamati situasi….. tapiiii klo dah lama bergaol dengan diriku, bisa kolaborasi bikin grup lawak…

4.Enggak Pede

Temenku bilang ga percaya kalo aku orangnya ga pedean… lha emang bener kok kalo berhadapan dengan public (jaaah kek artis..) badan gemeteran, udah ngebayangin yang enggak-enggak, padahal pas udah dijalanin yaaah baik-baik sajah…. itulah dirikuw…

5.Biru Mania

pecinta biru, apaan aja pasti milihnya biru, cuma darahnya aja ga biru…hehehe

6. Panikan
Susah banget ngilangin sifat yang satu ini, sampai sekarang udah punya anak juga bawaannya panik. Kalo ada apa-apa heboh dulu, baru bisa mikir, haddeeeh…. dulu pernah bikin kehebohan teriak-teriak ada gempa, eh ga tauknya cuma tempat tidur goyang.

7.Kreatif
Suka banget sama hal2 yang berbau seni, dulu waktu masih kuliah seneng banget bikin tempat tisu, dompet, tas, bikin kartu lebaran tapi sekarang mana sempaaaat. Senang juga mendekorasi ruangan, bikin pernak pernik, bikin tulisan dsb, udah ah jangan kebanyakan ngumbar hasil kreatif, entar malah narsis..hihii (ini juga udah narsis kalllee…)

8.Cengeng
Enggak singkron banget yaaks… aku tuh orangnya rame dan humoris, tapii urusan cengeng, jagonya. Pernah liat pengemis bilang belom makan 2 hari (padahal tauk bener atau enggak ) eeeh masak sih aku nangis di angkot sampai diliatin orang. Trus kemaren Kanaya kejedot, dia nangis, aku juga nangis, kanaya udah diem dan main lagi eeeh emaknya belom berhenti nangis…. duuuh…

9.Pengalah
Mungkin karena anak sulung kali yaah , biasa ngalah sama adek-adeknya. Jadi kalo suatu saat berebutan permen sama aku, pasti aku akan mengalah….. hihihi

10.Setia Kawan
Aku termasuk yang paling menghargai sebuah persahabatan, apalagi persahabatan sama yang seide, sepemikiran (yaa iyalah…). Banyak persahabatanku yang awet sampai sekarang bahkan ada yang dari SD. Pokoke seneeeeng banget berteman… iya dong ah… daripada cari musuh….. jadiii yuuuk berteman denganku… ^_*

Tinggalkan komentar »

Berpisah 2 malam dengan Kanaya

Rabu sore 13 Juli 2011 pulang kerja, kesentuh air kok berasa dingiiiin, eh malamnya ternyata demam. Kanaya tidur dalam pelukan bunda yang badannya meriang gembira. Langsung di geber sama madu dan habbatusauda, berharap semoga hanya meriang semalam dan besoknya segar bugar. Ternyata…. Allah punya kehendak lain, setelah sholat subuh aku sudah buang air dua kali dan bentuknya cairan, badan tambah ga enak pula. Selang beberapa menit terbirit-birit lari ke toilet karena berasa mau muntah, daaaaan keluarlah semua makanan tadi malam. Hiks…hiks….

Selang hanya beberapa menit bab lagi, dan muntah lagi entah sudah yang keberapa kali. Aku memutuskan tidak ke kantor karena badan rasanya lemas. Jam 9 dalam keadaan lunglai akhirnya ke dokter dianterin art naik becak. Pertama kali yang aku tanyakan ke dokter adalah, bagaimana dengan ASI ku? Ada pengaruh ga ke bayi? Alhamdulillah dokter bilang tidak apa-apa dan obat yang diresepkan juga tidak akan mempengaruhi ASI….uggghh legaaaaa. Pulang ke rumah dengan hati riang gembira (lho!) optimis aja insya Allah sakit hanya hari ini dan akan sembuh. Jadi bisa terus menyusui Kanaya.

Tetapiiiiiii…. ternyata manusia cuma bisa berencana. Tidak ada perubahan yang signifikan setelah aku minum obat. Babnya agak berkurang tetapi mual dan muntahnya makin menjadi, jam 3 sore aku sudah tidak tahan lagi, lemas sekujur tubuh bahkan sampai sudah tidak ada lagi makanan yang bisa dimuntahkan. Berjalan pun sempoyongan rasanya. Setiap aku masukan makanan atau minuman, lambungku seperti menolak dan sukses dikeluarkan lagi.

Ibuku yang panik melihat kondisiku seperti itu menelpon suami sambil menangis minta untuk segera pulang. Suamiku yang sampai rumah satu jam kemudian, tanpa melepas jaket, dan helm langsung berlari ke kamar, mengemasi pakaian dan membawa aku ke rumah sakit terdekat. Alhamdulillah, dokter di UGD langsung sigap menangani diriku, cairan infus juga langsung terpasang. Keputusannya malam itu aku harus rawat inap karena sudah kekurangan cairan banyak sekali. Hiks…. hiks…

Ini lah moment terberat setelah aku mempunyai anak, harus tidur tanpa Kanaya. Biasanya setiap mau tidur dia akan mimik langsung dari Pdku sambil matanya menatapku mesra, kakinya nangkring di perutku, tangannya membelai pipiku. Duuuh malam itu ga bisa tidur sampai ditegur suster jaga.Paginya Kanaya dibawa menjengukku ke rumah sakit. Pertama kali melihat ku dia diam saja, tidak seperti biasanya langsung berteriak minta gendong. Sediiiih banget, apa iya Kanaya lupa sama aku, kan baru ditinggal semalam. Apalagi setelah aku pangku dia malah menangis. Hwwwaaaaaa….. pedddiiiih hatiku. Setelah aku peluk dan aku bujuk alhamdulillah tangisnya reda.

Pengeeen banget besoknya bisa pulang, cukup semalam saja menderita tidur tanpa Kanaya. Tapi ternyata hb ku ikut-ikutan anjlok. Jadi aku belum boleh pulang, dan malam kedua itu aku menangis terus sampai akhirnya kelelahan dan tertidur. Alhamdulillah, Kanaya tidak rewel, meskipun hati sempat was-was karena persediaan asip di kulkas mulai menipis. Padahal di rumah sakit aku tetap pumping tapi ternyata Kanaya minum asip banyak sekali sejak kutinggal.

Sabtu pagi aku memaksa dokter dan suster untuk membolehkan pulang. Masih agak kliyengan dan mual sih tapi sudah tidak mencri dan muntah lagi. Yang ada di otakku adalah aku ingin segera bertemu Kanaya. Akhirnya sebelum zuhur, proses administrasi selesai. Dengan membonceng motor dan membawa gembolan yang segambreng sampai juga di rumah mungilku, langsung kupeluk Kanaya yang sedang tertidur pulas. Duuuh nak, bunda kangeeeen banget…

4 Komentar »

Jadi pengen malu…

Mungkin kalo ada perlombaan tidur ternyenyak aku bisa jadi salah satu pemenangnya. Karena kalo yang namanya sudah tidur itu suka lupa sama sekitar. Sering beberapa kali aku tertidur saat menuggu suami pulang kantor dan sama sekali ga tauk kalo dia sudah datang , sudah mandi, sudah makan, waduuuuh kebangetan banget nih, melayang deh pahala melayani suami. Padahal kamar tidurku posisi paling depan menghadap jalan dan teras rumah. Nah karena saking kebluknya (kebluk bahasa jawa, tidur puleees buanget) ada kejadian lucu sabtu kemarin..

Ibuku yang selama 5 hari tinggal di rumahku momong cucunya, minta diantarkan pulang ke rumahnya. Jarak nya tidak terlalu jauh sih dari rumahku kurleb 15 menit kalo naik motor. Suamiku sebagai menantu yang baik hati dan tidak sombong, langsung sigap mengantarkan sang mertua ke tujuan. Saat mereka berangkat, aku dan kanaya menuju tempat tidur. Berguling gulingan, ketawa-ketiwi, becandaan seru berdua aja, lama-lama kanaya ngantuk dan tertidur. Bundanya juga ikut ketiduran dan sukses terbang ke alam mimpi.

Entah sampai berapa lama aku tertidur, tanpa sadar apa yang sudah terjadi di rumahku. Maklum kalo urusan tidur kebluknya minta ampyuun. Nah, saat terbangun aku langsung kaget kok tidak ada suami disampingku atau di samping kanaya. Mata langsung tertuju ke teras melalui jendela kamar, waduuuh ga ada motornya pula. Kemanakah dia? Tadi berangkat jam setengah dua siang sekarang udah jam 3 sore, masa sih mengantar ibuku lama sekali. Apa dia mampir-mampir kemana dulu ghitu, tapi biasanya kan ngasih tauk aku dulu. Aku langsung menyambar hape dan tidak ditemui sms dari suami. Ihiks….

Aku telfon tidak ada jawaban, sms juga ga ada responnya. Duuh makin khawatir, akhirnya aku sms ibuku menanyakan apakah suamiku masih ada di sana, ibuku malah bingung karena suamiku ternyata sewaktu mengantar langusng pulang dan tidak masuk ke dalam rumah ibuku terlebih dahulu. Agak nyesel juga sih sms beliau pasti ibuku ikutan khawatir. Aku terus menghubungi suamiku via hp sambil dilanda kecemasan tingkat tinggi, karena ini diluar kebiasaan dia pergi tanpa memberitahu aku terlebih dahulu.

Aku masih belum beranjak dari tempat tidur. Sambil menatap wajah polos kanaya yang sedang terlelap, aku terus menelepon hp suamiku, ada nada panggil tapi tetap tidak ada jawaban. Berbagai pikiran-pikiran berkelebat dalam benakku. Apakah ban motornya bocor ? Hpnya terjatuh di jalan?, sampai aku punya pikiran-pikiran yang menyeramkan jangan-jangan suamiku…….. astaghfirullah… iiih ngaco amat ini pikiran, apa perlu lapor polisi yah, hayyaah… pokoke pikiran kacau suracau deh…

Tidak berapa lama aku dikagetkan suara pintu kamar dibuka…. jreng…jreng..jreng… wajah bingung suamiku seperti habis bangun tidur tiba-tiba muncul di pintu. Ada apa sih de, nelponin mas melulu, mas kan ada di ruang tamu lagi tidur, tadi mau tidur disini udah ga muat….

Ya ampyuuun… pengen ketawa, pengen nangis, pengen meluk…..campur aduk. Hwaaa… jadi mas dari tadi ada dirumah, kapan datengnya?, kok aku ga tauk? Kirain belom pulang, aku khawatir banget…….. aku melongok lagi ke teras, dari jendela kamar, sebuah motor honda revo teronggok dengan manisnya disana. Lha kok tadi perasaan ga ada motor di teras yak.. Suamiku mengacak rambutku, makanya kalo bangun tidur melek dulu yang bener, suaminya ada di rumah kok dicariin….. Hihihi… kepengen malu rasanya……

26/04/2011

2 Komentar »

back to multiply

Subhanallah…. alhamdulillah….
akhirnya bisa nulis lagi di multiply, setelah sekian lama ditinggalkan…..
insya Allah mudah2an istiqomah terus menulis menulis dan menulis….
Kemana aja selama ini….???
hmmm… aku harus melewati beberapa episode kehidupan (duh bahasanya ga kuwaaaat), beranjak dari satu fase ke fase selanjutnya.
Maret tahun 2010…. ada dua strip di test pack ku, dan aku memasuki kehidupan baru sebagai bumil. 9 bulan penuh perjuangan setelah 4 tahun tak lelah menunggu sampai ALlah menitipkan mahluk mungilnya di rahimku….. 4 tahun memupuk kesabaran, penuh harap diantara rintihan doa-doa panjangku untuk sebuah jundi kecil.
Oktober 2010…. putri mungil itu ada dipelukku, meminta perlindungan, rasa nyaman dan cinta dari bundanya. Ah nak… cinta ini sudah kupersiapkan sejak engkau belum ada….
Kini hari-hari ku jadi semakin penuh dengan warna, dari tangisnya, tatapannya, tawanya, aku belajar banyak makna, bahwa rasanya tidak pantas untuk tidak mengucap kata syukur untuk segala yang ALlah beri….

semoga ALlah memberi aku kekuatan untuk menjadi seorang ibu yang baik…

18 feb 2011

6 Komentar »

Jilbabnya harus di lepas yah bu…

 

Subhanallah …. ternyata memang nikmat sehat itu tak ternilai harganya. Berbaring tak berdaya 3 hari di rumah sakit membuatku seperti “mati gaya” ( halaaaah…. iklan banget dah). Aku yang terbiasa aktif pecicilan kesana kemari tiba-tiba harus diam tidak boleh banyak bergerak karena tangan dijerat infus. Kata bu dokter sih asam lambung meningkat dan HB rendah banget. Yaahh…. terima nasib aja, itung-itung istirahat total. Meskipun judulnya sakit, fesbukan mah teuteup, yang sakit kan lambungnya bukan jarinya…hehehe. Sampai-sampai temanku yang di Tangerang baca statusku di FB ga percaya kalo aku sakit dan sampai harus menelepon untuk memastikan aku benar-benar di rawat di RS. “aku kirain status di FB itu becanda mba….” (piss ah ..dini… 🙂 )

Untuk memastikan kondisi lambungku, dokter memutuskan untuk endoskopi. Haduuuh…. ngebayangin ada alat yang dimasukan ke dalam tubuh kok jadi ngeri. Tapi mama dan suamiku setiap waktu tidak berhenti memberi semangat, supaya aku tidak terlalu takut. Bismillah… jam 3 sore masuk ruang endoskopi langsung ditangani 2 orang perawat. Pasang selang ini itu, di jepit jari tengahnya, nyiapin alat dsb, lalu sampailah dialog itu…..


“ Jilbabnya harus di lepas yah bu…”


Hah?????…..ini kaget beneran..

“ tapi di ruangan ini nantinya perempuan semua kan mbak…dan tidak ada laki2 yang masuk kan ?”


“ Dokter anastesinya laki-laki bu …”


Tambah kaget…..

“yaah gimana dong…. masa harus buka jilbab sih…. apa ga bisa kalu tetap dipakai aja suster? “


“ ga bisa bu…. semua yang akan diendoskopi memang harus dibuka jilbabnya, nanti kan akan dipasang oksigen dsb…. “


Hiks… Ya Allah mudahkanlah… jeritku dalam hati… ga rela harus buka jilbab di hadapan laki2 bukan muhrim. Tidak lama…Bu dokter yang menangani sakitku masuk ruangan dan langsung aku ajukan permohonan untuk bisa tetap berjilbab….


“ hmmm…. gimana yah, sebenernya bisa sih pakai jilbab… coba nanti kita tanya dokter anastesinya yah…” hatiku masih gerimis, berharap sekali pak dokter setuju.


“nah itu pak dokter…. gimana dok, bisa gak pasien ini tetap pakai jilbabnya?…”


“Ooohh…. boleh saja, tapi maaf yaa nanti jilbabnya agak saya naikkan sedikit “kata pak dokter tersenyum ramah. Alhamdulillah…..Legaaaaaaaaaa, aku bisa tertidur tenang di alam bius.


Eh…btw cerita beginian dituntut kek Prita Mulyasari gak yah….hhehehe


Istiqomah dengan jilbab memang bukan perkara mudah, apalagi ketika kita berada di area publik yang tidak semua orang faham. Di rumah sakit misalnya. Banyak ditemui muslimah harus melepas jilbabnya karena aturan medis, padahal sebenernya masih bisa disiasati dan tergantung juga muslimah tersebut mau pasrah aja sama keadaan atau mau memperjuangkan jilbabnya. Masa’sih Allah mewajibkan jilbab untuk menyulitkan pemakai nya….. Aku yakin banget ketika kita berusaha maksimal menjalankan perintahnya, maka akan berbanding lurus dengan kemudahan yang Allah berikan. Eh…. serius amat yaks aye….

Indahnya berjilbab juga aku rasakan ketika saat-saat terakhir di rumah sakit. Bu dokter yang menangani penyakitku harus ke luar kota, sebelum pergi dia menyampaikan hal ini padaku. Iseng-iseng aku bertanya…

“Penggantinya siapa dokter? “


“ Ooh ada… namanya Dokter Karta “


Waaaakss…. ga ada kan nama Karta dimiliki oleh seorang perempuan. Hmmm… dokter laki-laki…Aku membayangkan seorang dokter yang tidak ramah, tangannya masuk ke bajuku dan menempelkan stetoskopnya di dadaku.. Hiiiiiii….Setengah hati menunggu kedatangan dokter ini.


Tapi ternyata menjelang sore…..

Seorang dokter masuk ruangan tempat aku di rawat inap yang dihuni oleh 3 orang dan aku kebagian di bed paling ujung. Jadi paling terakhir nih. Setiap pasien disapa ramah…. selamat sore…..selamat sore…. dan giliranku…. Assalamualaikum… dia berdiri agak jauh, bertanya ini itu dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya. Maap yah … saya periksa sebentar…. dia langsung menempelkan stetoskopnya di dadaku tanpa membuka bajuku dan tetap berada di atas jilbab lebarku.Alhamdulillah …. maap yah pak dokter tadi buruk sangka dikiiit.. kataku dalam hati(keknya buruk sangka mo banyak mo dikit tetep sama dosanya yaks…hehe )


Begitu banyak keuntungan dan keindahan berjilbab…. kenapa masih banyak orang yang ragu memakainya yaks…….



9 Juni 2009

7 Komentar »

test friend niy…diisi yaaah

Rating:
Category: Other

Leaderboard
Create your own Friend Test here

5 Komentar »

%d blogger menyukai ini: