Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Libur Lebaran 1438 H

 

1500478999518

Libur lebaran tahun ini kami ke Palembang…Yeaaaayyy….. Terbayang pertama kali saat menyebut Palembang adalah makanannya yang enak-enak. Selain tentu saja karena ingin silaturahim dengan keluarga besar suami dan sungkem sama mertua.

Tiket pesawat sudah dipesan dua  bulan sebelumnya dengan rencana hanya saya dan anak-anak yang naik pesawat sedangkan ayahnya berangkat seminggu sebelumnya dengan naik bis. Supaya bisa lebih banyak ngobrol dengan mertua karena secara kalau ada anak-anak tidak bisa leluasa. Awalnya sih saya agak ragu apa sanggup membawa dua bocah cilik yang lagi aktif-aktifnya. Tapi  demi pak suami bisa birrul walidain dengan ortunya saya nekat saja. Dulu saya juga pernah berdua saja dengan Kanaya saat usianya dua tahun. Insya Allah sekarang pasti bisalah.Tapi akhirnya di detik-detik terakhir keberangkatan pak suami engga tega membayangkan saya pergi bertiga. Akhirnya malah ikutan pesan tiket, untungnya masih tersedia seat untuk pesawat dengan waktu yang sama.

Kami berangkat dari bandara Halim Perdanakusuma jumat sore dan baru pertama kalinya naik pesawat dari sini menggunakan Citilink. Meskipun berangkatnya dua pekan setelah lebaran tetap yaaah penuuuh banget sampai di ruang tunggu tidak kebagian kursi. Alhamdulillah masih ada ruang menyusui yang meskipun kecil tapi tetap nyaman buat menunggu. Setelah beberapa lama ada pengumuman pesawat kami delay dua jam. Weeeeew…. meskipun dapet dispensasi nasi padang Sederhana tetap tidak bisa menutupi rasa kecewa karena anak-anak jadi rewel terlalu lama menunggu. Apalagi Kaysan terus-terusan menangis karena bosan dan mengantuk.

Akhirnya pesawat datang. Ini adalah pengalaman pertama kalinya untuk Kaysan naik pesawat, awalnya saya khawatir dia rewel tapi alhamdulillah meskipun tidak bisa diam sampai naik ke atas meja lipat, dia tidak menangis. Sampai Palembang pas magrib dan sampai rumah mertua jam 8 malam karena jalanan macet total. Kami langsung tepar karena kelelahan.

Paginya rumah mertua sudah ramai untuk persiapan acara Walimatus Safar pergi Haji bapak dan mimi . Hari ahadnya puncak acara, banyak orang di rumah sampai Kaysan dan Kanaya menangis karena kepanasan dan tidak terbiasa dengan ramainya orang. Senangnya acara hajatan di Palembang itu tidak terus menerus sampai malam seperti di Bekasi. Jam 12 siang acara selesai dan setelah itu rumah sudah rapi kembali.

Malamnya setelah magrib kami bersama saudara-saudara yang lain bisa jalan-jalan. Tujuan pertama adalah jembatan Ampera yang menjadi ikon kota Palembang. Beberapa kali saya ke tempat ini belum pernah berkunjung di malam hari dan ternyata rameeeeeee. Pemandangannya juga bagus, jembatannya lebih cerah karena lampu-lampu. Kelebihannya disaat malam cuaca tidak panas tapi sayangnya kami tidak bisa naik perahu. Padahal saya pengen banget ajak Kanaya Kaysan naik perahu.

Puas ngemil-ngemil di pinggiran sungai Musi, kami langsung ke restoran martabak Har. Bagi saya sih ini acara utamanya, heheheh. Kalau ke Palembang martabak Har itu adalah makanan wajib. Rasanya bikin nagih dan ngangenin. Meskipun kami ke sana jam 10 malam tapi kedai masih buka dan masih banyak pembeli juga. Makannya bergantian dengan pak suami karena anak-anak rewel pengen tidur. Lumayanlah meskipun kurang menikmati karena sambil meredakan rengekan anak-anak, tapi setidaknya sudah mencicipi lezatnya martabak Har.

Pulangnya kami menginap di rumah kakak ipar di daerah Borang. Ini juga jadi tempat favorit karena belakang rumah ada kebun buah yang saat kami datang, beberapa buahnya sedang panen. Lebih tepatnya dipaksakan panen supaya buah bisa dipetik segera karena tangan-tangan bocah sudah gemas ingin memetik buah langsung dari pohonnya. Buah yang jadi idola itu kelengkeng, meskipun masih muda tapi rasanya muaniiss. Saya baru tau kalau kelengkeng bisa juga tumbuh di Palembang karena selama ini lihat pohon Kelengkeng hanya di daerah Jawa Tengah saja.

Puas menjelajahi kebun, kami diundang makan siang oleh kerabat yang lain, lokasinya berdekatan. Makan siang yang menyenangkan karena ada menu penutup yang ditunggu-tunggu yaitu bakso. Jyaaah jauh-jauh ke Palembang cuma mau makan bakso yaaak. Eiits jangan salah ini bakso uenak banget rasanya asli daging sapi tanpa banyak campuran karena pemilik rumah itu penjual daging sapi. Pokoknya endeus tralala deh rasa baksonya.

Setelah itu lanjuuut ke rumah kakak ipar yang lain dan makan-makan lagi, kali ini menunya celimpungan, pempek, otak-otak, es buah, srikaya duren dan berbagai macam makanan ringan. Naksir berat sama otak-otaknya yang sebesar lontong. Ikan tenggirinya terasa banget, enggak tau lah saya habis berapa biji. Sadarnya saat perut terasa penuh hihihi.

Oh iya kami juga sempat pesta durian malam sebelumnya. Sudah pada tau kan kalau Palembang itu banyak durian enak. Tapi saya sih nonton saja keseruan mereka makan durian, karena engga doyan dan agak mual sama baunya.

Dua hari setelah acara walimatus safar di rumah mertua kami memang keliling Palembang untuk berkunjung ke beberapa rumah kerabat suami. Dan setiap kunjungan sudah dipastikan ada penambahan lemak di badan karena makanan yang disuguhkan terlalu sayang untuk ditolak hehehe. Sejenak mari kita lupakan timbangan.

Hari Rabu pagi kami sudah harus bersiap-siap terbang ke Jakarta. Kali ini menggunakan Batik Air menuju bandara halim perdanakusuma. Belajar dari pengalaman delay sebelumnya yang sampai dua jam, saya sudah mempersiapkan makanan untuk anak-anak dan saat sampai ruang tunggu sudah siap-siap menguasai ruang menyusui lagi. Alhamdulillah tidak ada delay dan penerbangan lancar jaya sampai Jakarta.

Selamat tinggal Palembang……

 

1 Komentar »

Cerita Kehamilan Kedua

Ingin konsisten menulis di blog ternyata tidak mudah bagi saya. Ada saja kendala, baik yang tidak bisa dihindari maupun kendala yang memang dibikin sendiri 🙂 Padahal ide tulisan sudah menumpuk di kepala minta dituangkan. Tapi yaaah begitulah.

Apalagi ada satu alasan yang membuat saya jadi malas ngeblog. Morning sickness

Iyah, judulnya saja morning, tapi kenyataannya sepanjang hari saya mual dan muntah. Alhamdulillah meskipun rasanya enggak karuan tapi saya bahagia, dan sangat menikmati hari-hari penuh perjuangan ini.

Saya baru tahu hamil anak kedua ini saat kandungan sudah berusia 6 Minggu. Memang haid terlambat, tapi tidak menyangka kalau hamil, karena bulan sebelumnya saya juga terlambat haid dan saat periksa ke dokter dinyatakan tidak hamil. Jadi saat bulan ini saya terlambat haid lagi, saya santai santai saja dong.

Saat keluarga dari Palembang berlebaran di rumah saya, kemungkinan saya sudah hamil tapi tidak menyadarinya. Teringat lagi saya  harus mondar mandir dari lantai satu ke lantai dua untuk mengurus berbagai keperluan. Apalagi sebelum kedatangan mereka, saya bebenah rumah habis-habisan ( maklumlah mertua dan ipar mau datang 🙂 ) salah satunya saat membetulkan horden saya naik kursi tinggi kemudian turunnya loncat. Perjalanan ke Kuningan juga cukup melelahkan karena sepanjang jalan saya memangku Kanaya. Intinya saya lelah sangat.

Sepulang dari Kuningan saya mengalami flek dan saya berpikir itu haid. Saya tetap beraktivitas seperti biasa. Sudah mulai bingung saat hari kedua fleknya berhenti dan sampai hari kelima ternyata saya tidak haid. Cuma bingung tapi tetap belum terpikir kalau hamil, karena tidak biasanya seperti ini.

Beberapa hari kemudian saya sering mual dan pusing, tapi menganggap itu masuk angin biasa atau maagnya sedang kambuh. Alhamdulillah mulai curiga ini hamil karena mualnya seharian tidak berhenti. Malamnya suami beli tes pek dan paginya saya yakin kalau saya hamil setelah melihat ada dua strip.

Reaksi saya antara bersyukur, terharu dan cemas. Terutama saat mengingat aktivitas yang saya lakukan dua minggu terakhir. Apalagi saya juga sempat flek. Perasaan sudah tidak karuan, apa bisa janin ini selamat. Sorenya saya langsung ke dokter dan alhamdulillah bisa bernafas lega saat dokter bilang, semua baik-baik saja. Dokter hanya memberi vitamin dan penguat kandungan.

Alhamdulillah kehamilan ini segera diketahui, jadi saya bisa lebih berhati-hati. Saat badan meriang dan muntah-muntah itu saya masih berfikir hanya sakit maag dan nyaris minum obat sembarangan. Alhamdulillah ya  sinyal curiganya masih aktif.

Sekarang sudah berjalan 15w, terakhir kontrol ke spog, dede bayinya sehat, detak jantung normal. Bundanya juga sudah naik bb sampai 5 kg, lagi doyan makan meskipun habis makan keluar lagi. Yaaaah dinikmati saja prosesnya, insya Allah mual muntah ini akan segera berlalu dan berganti kebahagiaan. Aaamiin

24 Komentar »

Cerita lebaran

Sudah hampir dua bulan yah Idul Fitri berlalu, tapi saya masih merasa seperti baru kemarin saja, karena masih punya PR belum posting cerita dan foto-fotonya disini.

Ini sebenernya hanya modus kalimat pembuka untuk menyembunyikan malu karena postingan yang telat bingit, wkwkwkwk

Lebaran tahun ini keluarga saya tidak pulang ke rumah mertua di Palembang karena enggak punya duit banyak pertimbangan. Pas banget keluarga kakak ipar ingin berlibur di pulau Jawa dan karena pas juga saya enggak ke Palembang jadi mereka akhirnya memutuskan berangkat libur pas hari raya. Senangnya kedatangan tamu dari Palembang, enggak jadi sedih deh karena pastinya tetap bisa makan pempek dan krupal gratisan. *penting.

Tambah senang karena ternyata mertua dan keponakan yang lain ikutan juga. Kalau yang ini sih sebenernya hasil dari rayuan suami supaya bisa ketemu orang tua. Alhamdulillah lebaran kali ini jadi rame banget.

Kemudian disusunlah rencana berkunjung ke rumah kerabat di Kuningan. Awalnya saya tidak ikut karena muatan mobil tidak cukup tapi ternyata masih bisa lah nyempil di pojokan. Perjalanan ini juga sangat menyenangkan buat saya karena sudah 9 tahun tidak ke Kuningan. Tidak banyak perubahan, pemandangannya dan suasana pedesaan dengan udaranya yang sejuk selalu membuat saya betah. Hanya satu yang tidak tahan, jalan utamanya macet total karena masih suasana lebaran.

22503

22498 22499 22500 22501

Dua malam saya dan keluarga di Kuningan kemudian langsung menuju ke Bekasi karena mertua akan ke Bogor berkunjung ke rumah kerabat yang lain, sementara kakak ipar dan keluarganya menuju Pamanukan dan Bandung.

Perjalanan pulang ke Bekasi alhamdulillah lancar jaya mulus tanpa hambatan. Padahal beberapa jam sebelumnya ada kabar arus tol Cipali macet total. Mungkin mereka pada minggir ngasih jalan pas tau keluarga saya mau lewat. Hallllaah….

Sampai Bekasi menginap semalam dan langsung ke Bogor. Yeaaay kena macet juga di Ciawi tertahan sampai 3 jam. Untungnya saya tidak ikut, karena beberes rumah yang 3 hari ditinggalkan. Iya ini sebenarnya modus banget beberes rumah padahal saya mah tau, jalanan menuju Bogor pasti macet total di hari lebaran.

Setelah kakak ipar kembali dari Bandung, kami langsung merencanakan main air berenang bersama di Columbus Mutiara Gading. Ini jalan-jalan terakhir karena besoknya mereka sudah harus pulang ke Palembang.

22495 22496

Capeeeek banget rasanya libur lebaran ini. Tapi alhamdulillah senang karena bisa berkumpul dengan keluarga Palembang. Sedih waktu mereka meninggalkan Bekasi, mudah-mudahan lain waktu bisa berkumpul lagi.

22492

22494

Masih tersisa waktu libur satu hari sebelum saya kerja lagi keesokan harinya. Rencananya ingin istirahat saja di rumah. Etapi ngobrol sama mama kasihan juga mama, adik dan keponakan tidak jalan kemana-mana selama liburan. Akhirnya diputuskan kami berkunjung ke Ragunan. Yaaak, biar lebih kumplit capeknya. 🙂

22502

22497

22493

Nah itu dia cerita liburan lebaran kemarin, teman-teman pasti seru juga yah liburannya.

12 Komentar »

Mudik ke Palembang 2014

Alhamdulillah….
Ngeblog lagi setelah libur lebaran usia.

Sebelumnya aku dan keluarga mengucapkan …..
Taqabbalallahu minna wa minkum, Kullu Aam wa antum bil khayrin.
Mohon Maaf lahir dan bathin. Semoga setelah Ramadhan ini kita lebih baik lagi dalam segala hal, aamiin.

pizap.com14077314938151

 happy ied mubarak

Lebaran tahun ini sebenarnya aku dan suami tidak merencanakan mudik ke Palembang, ke rumah orang tua dan saudara- saudara suami. Pertimbangannya karena setelah lebaran kami harus bersiap siap mengontrak rumah selama dua bulan karena rumah yang kami tempati akan di renovasi. Tapi akhirnya luluh juga saat mertua berkali kali telpon meminta kita untuk ke Palembang karena kangen cucu. Seminggu sebelum lebaran akhirnya suamiku memesan tiket pesawat pulang pergi. Kami memilih pesawat terakhir di malam hari dan tidak pada saat arus mudik supaya dapat tiket yang lebih murah. Berangkat senin malam dan pulang kamis malam. Rencananya berlebaran dulu di Bekasi bersama mama dan adikku, lalu malamnya terbang ke Palembang.

DSC_1551menunggu pesawat datang

Aku dan keluarga baru kali ini naik pesawat di malam hari, biasanya di waktu pagi atau siang hari. Ternyata tetap ramai ya sodara-sodara. Kanaya yang tadinya semangat dan aktif menjelajahi ruang tunggu, akhirnya tidak sanggup menahan kantuk dan tertidur di pangkuanku. Kami juga tidak bisa menikmati pemandangan dari atas pesawat karena gelap. Tapi yang menyenangkan, jalanan menuju bandara lancar jaya bebas dari macet.

Sampai Palembang sudah hampir pukul 23.30 karena pesawat delay dan mengantri bagasi. Alhamdulillah keluarga suami yang menjemput sabar menunggu kedatangan kami. Jam segitu yang ada di pikiran kami adalah tiduuuuuur, tunda dulu makan pempek bikinan mertua. Meskipun sudah sangat ingin mencicipi.

Selasa pagi, kami bersiap siap dengan keluarga besar akan berkunjung ke rumah rumah saudara yang lain. Nah ini dia nih, moment yang paling ditunggu, makan makan makan. Setiap berkunjung kami wajib makan suguhan dari tuan rumah dan biasanya yang disuguhi itu makanan khas Palembang seperti pempek, tekwan, model, maksuba dll. #Umpetin timbangan. Aku suka hampir semua makanan palembang kecuali tempoyak, sampai sekarang belum berani mencicipi.

pizap.com14074754530391bersama keluarga besar

296905111 martabah Har dan mie celor makanan wajib di Palembang selain pempek,…yummy…

296905342makan , makan, makan

Hari ke dua di Palembang masih ada acara silaturahim. Keluarga suami ini termasuk keluarga besar dan biasanya memang setiap lebaran wajib kami kunjungi. Aku sih senang – senang saja, itu artinya makan-makan lagi kan hehehehe. Malam ketiga ini aku menginap di rumah kakak ipar di daerah Borang. Wilayahnya ada di pinggir kota Palembang jadi hawanya lebih sejuk dan masih banyak pepohonan. Di belakang rumahnya ada kebun jeruk limau yang bikin geregetan pengen dipetikin semua.

pizap.com14074761113031
Malam terakhir di Palembang kami jalan-jalan keliling kota Palembang dan berakhir dengan makan-makan di sebuah restoran. Tapi rasanya belum sreg kalau ke Palembang tidak makan mie celor dan martabak har. Besoknya sebelum pulang aku dan suami menyempatkan makan mie celor di 26 ilir yang rasanya maknyus itu, aku sampai nambah lhoh, modusnya sih buat Kanaya, padahal buat emaknya, hehehe. #timbangan masukin kardus dulu. :)))

Meskipun ini ketiga kalinya Kanaya ke Palembang tapi dia belum pernah diajak ke sungai Musi. Jadi kami kesana sebentar saja. Foto-foto, naik perahu lalu pulang. Panasnya puoool meskipun sudah jam 4 sore. Suasana sangat ramai oleh pengunjung dan orang berjualan. Banyak juga penyewaan permainan anak-anak yang sering dijumpai di mall Bekasi. Sayangnya sekitar Jembatan Ampera ini sekarang jadi tidak terawat, banyak sampah berserakan, dan eceng gondok di pinggiran sungai. Kurang nyaman berlama lama disana menurutku.

pizap.com14074759719961Jembatan Ampera

pizap.com14074765052571

menyusuri sungai musi

DSC_1429
Selama di Palembang ini aku jarang sekali membuka HP. Pernah sebentar membuka IG dan melihat Della seorang blogger ngetop, sedang berada di Palembang juga, aku ingin menghubungi dia untuk kopdar tapi enggak ngerti caranya DM. Aku hanya meninggalkan komentar saja bahwa aku juga sedang di Palembang. Ternyata dia membalas mentionku dan menanyakan no hp. Sayangnya mention darinya baru aku baca saat sudah sampai di Bekasi…..wkwkwkwk. Kebangetan banget deh, padahal sebelum ke bandara aku sempat melewati daerah rumah Della di Sekip. Yah namapun belum berjodoh ya del, next time kita ketemuan di jembatan ampera yaaak, hehehehe.

Nah itu dia cerita libur lebaranku. Meskipun lelah tapi sangat menyenangkan dan menggemukan
Palembang, insya Allah kami kesana lagi lain waktu. ^_____*

20 Komentar »

Yuuk kita ke Ancol

Yeaaay…. Ancol maning….

  IMG_0314

Ke Ancol kali ini adalah jalan-jalan yang kedua buat Kanaya (dan entah yang keberapa buat saya) setelah tahun lalu kami liburan ke gelanggang samudera. Sebelumnya hanya pergi bertiga, saya, pak Suami dan Kanaya, nah kemarin kami ke ancol bersama keluarga besar dalam rangka arisan keluarga.

 pizap.com13632362526871

Kami sepakat berkumpul di pantai Festival yang di belakang Dufan, jadi selama acara berlangsung backsoundnya suara histeris jejeritan para pengunjung yang naik halilintar, yang jelas banget terdengar. Isssh udah tauk nyeremin, nekad aja naik gituan…*suara hati emak-emak penakut naik wahana di dufan

Sebenarnya sih acara dimulai jam 10 pagi, tapi saya dan keluarga sengaja datang lebih pagi supaya lebih puas bermain dan tidak terlalu panas. Jadi kami sudah sampai di Ancol sejak jam 8.30. Niat banget kan ya jalan-jalannya…..Bener-bener nyaman ada di pinggir laut di pagi hari, udaranya masih sejuk dan belum ramai orang. Masih bisa nonton ikan duyung sarapan xixixixi

Liat niy saya aja masih bisa puas main ayunan, palingan rebutan sama Kanaya aja dan sepupunya. Si mbah melihat saya enggak mau ngalah saat main ayunan, langsung nyindir, Nay… ngalah sama bunda yaaa, main ayunannya ….. hahahaha

 IMG02479-20130310-0914

pizap

Setelah puas main ayunan dan foto-foto, kami segera ke tempat janjian ngumpul keluarga yang lain. Sudah lumayan banyak yang datang, cipika cipiki, tanya kabar kabur, makan-makan, menentukan next arisan dll. Sekalian juga di acara ini keponakan saya, Luthfi Sahki merayakan ultahnya yang pertama. Bikin heboh anak-anak karena ada acara bagi-bagi goodie bag dan makan kue tart. Kalau Kanaya hebohnya minta beliin mainan balon sabun yang tembakannya berbentuk lumba-lumba. *tepokzidat . Btw, beli mainan di ancol ga bisa di tawar yak, *dilema emak-emak biasa nawar

pizap.com13632366202651 pizap.com13632370812961

Belum selesai acara, bocah-bocah yang segambreng itu kompak pada berenang di pantai. Kanaya ikutan kah???…. enggak. Dia mah malah asyik tidur di pangkuan ayahnya yang bersender di bawah pohon kelapa. Saat bangun tidur dia celingukan karena sepupu-sepupunya pada ngilang semua. Saya tawarkan Kanaya apakah mau berenang, awalnya menggangguk angguk senang karena mungkin dia membayangkan berenang di kolam renang yang bersih dan nyaman.

 f1b5900e-c079-43c3-8a9f-e247f58253d4wallpaper

IMG_0356

Setelah sampai di pinggir pantai dia malah tidak mau turun dan minta gendong ayahnya karena jijik katanya lihat pantai yang kotor….. hadeeeeuuuhh. Etapi iya juga sih, pantainya jorok banget yaaak, ada bungkus indomie, gelas air mineral sama macam-macam sampah di air lautnya. Pantesan Kanaya enggak mau. Pak suami yang mantan perenang amatiran di sungai musi sempat gemes nyuruh Kanaya mencelupkan kakinya di air, tapi dia menolak dan ujung-ujungnya malah menangis. Ya sutralah….

Kanaya ini beneran males banget sama yang kotor-kotoran, saat bunda tawarkan main pasir di pinggiran pantai dia menolak awalnya, tapi tidak lama kemudian tertarik karena melihat sepupunya main pasir juga. Itupun cuma sebentar, langsung minta dibersihin kakinya. Hadeeehhh…. Mengutip iklan salah satu pembersih pakaian, berani kotor itu baik lhoo…… tapi tidak baik buat tangan emaknya yang berjuang ngucekin pakaian anaknya. Setidaknya dengan berkotor-kotor jadi lebih kreatif, mungkin begitu maksudnya. Ahhh…. bermain di tempat bersih juga bisa kreatif kok… *ngeles.

a8c952c3-5ec6-40bc-91e5-9001667a3e4ewallpaper

Selesai acara ditutup dengan foto-foto bersama artis top ibukota. Alhamdulillah hari itu bisa silaturahim dengan saudara-saudara dan memberikan pengalaman baru buat Kanaya……

See you next time…. Ancol…

 IMG_0307

30 Komentar »

Wisata Buku di IBF

Bismillahirrohmanirrohim

Salah satu wisata yang menyenangkan buatku adalah wisata buku. Bisa membaca buku-buku favorit dengan banyak pilihan dan harga yang murah pastinya jadi idaman para pecinta buku. Makanya nyaris koprol 70 kali saat pak suami mengajak ke Islamic Book Fair ahad lalu. Tadinya sih sempat pesimis tahun ini enggak bisa ke sana lagi, karena budget beli buku enggak ada dan terbentur masalah waktu yang bentrok dengan acara lain. Akhirnya setelah sekian lama, aku bisa lagi datang ke sana… yuhuuuu.

  ff07c2fe-8351-4825-87d8-00d88daaad2bwallpaper

Kali ini adalah pertama kalinya ke Book Fair dengan mengajak Kanaya. Dari malam sudah di hypno kalau kami akan pergi ke Senayan lihat pameran buku, jadi sangat berharap dia bisa bangun lebih pagi. Alhamdulillah beneran bangun pagi karena memang niatnya sepagi mungkin sudah ada di Senayan mengingat hari ahad pastinya pengunjung juga lebih banyak.

Benar dugaanku, baru naik bis patas ac Bekasi Blok M dari depan depsos, penumpang sudah penuh. Dan sampai Senayan bis langsung lowong karena sebagian besar penumpang turun. Lumiyin jauh yaa nyebrang dari depan BEJ ke GOR. Untungnya masih pagi, mataharinya belum terlalu menyengat dan sepanjang sudirman masih berlaku, car free day.

 IMG_0226 IMG_0225

Sampai lokasi, para pengunjung sudah buanyaaaakkk., tapi pintu belum dibuka. Hyyaaaa…. akhirnya jalan-jalan ke arah belakang dan ternyata di lantai 2 pameran perlengkapan muslim sudah menggelar jualannya ,ada akses tangga juga menuju kesana. Sambil menunggu pintu utama dibuka akhirnya kami melihat-lihat pameran .

Yaah mana mungkin ya cuma melihat, ketemu mainan kayu yang non toxic ngeces, lihat boneka muslimah kepengen, ada mainan yang lucu-lucu buat Kanaya ga tahan juga kepengen beli. Akhirnya belum juga turun ke lantai bawah tempat book fair berlangsung, aku sudah nenteng beberapa belanjaan.

Belum puas sebenarnya muterin lantai atas, tapi alhamdulillah langsung sadar, tujuan utama ke Senayan mau wisata buku, jadi kami langsung capcuss ke lantai bawah. Belum banyak lihat-lihat buku, keingetan Kanaya baru makan sedikit saja tadi pagi, akhirnya kami menuju ke arena di tengah, cari tempat duduk untuk nyuapin Kanaya sambil dengerin seminar pendidikan.

 Fotor0305115033

Yaaa……. jadi emak emak memang harus multitalent yak, sambil nyuapin Kanaya, dengerin Seminar, sambil lirik-lirik stand buku di sekitar panggung, nyambi juga pegangin balon Kanaya yang ada 2 biji itu supaya ga terlepas plus ngejagain belanjaan pula. Pak suami kemana yak, ………ya sibuk foto-foto lah, buat bahan postingan biar ga dikira hoax… hehehee.

IMG_0231

IMG_0227

IMG_0234

Acara makan selesai, saatnya hunting buku-buku inceran. Baruuu aja beberapa stand eh Kanaya rewel, merengek minta pulang. Dibujuk – bujuk enggak mempan juga, akhirnya digendong ayah dan enggak lama tertidur pulas. Alhamdulillah, Kanaya tidur, bisa dong memulai pilih-pilih buku. Masih menjelajahi beberapa stand dan belum ketemu buku yang diinginkan, tiba-tiba pak suami bilang…. nda… pegel nih gendong Kanaya, kita pulang aja yuuukk..… Lhaaaaa, kan belom ada yang kebeli satu bukupun. Piye ikiii…

Berhubung jadi istri harus menurut sama suami , pencitraan solehah, yah sudahlah telan aja kecewanya. Tapi di pintu keluar, mata masih jelalatan aja liat buku dan ketemu bukunya Ayah Edy, akhirnya dengan kecepatan super kilat, ambil buku, lalu kabur bayar dikasir dan langsung ngejar pak suami yang udah ninggalin jauh di depan. Hosh…hosh….. meskipun cuma satu biji dan buku juga asal nyamber, yang penting ada yang kebeli lah. Bener bener deh, kisah ke book Fair kali ini bisa dijadikan sinetron, jauh dari bayangan yang kepengen borong buku. Harus banyak maklum namapun bawa bocah dan bocahnya pun moody pula.

 pizap.com13624558368751

Akhirnya sampai rumah, sms in teman-teman, kalau pada ke book fair jangan lupa ngabarin yak, aku mau nitip buku nih……*eeaaaaaaaa

Acara Islamic Book Fair di Senayan masih berlangsung sampai tanggal 10 lho… ayooo yang belum kesana, biasanya hari terakhir diskonan makin bikin ngecesss….

26 Komentar »

Keputusan itu….

Pernahkah temans berada dalam sebuah persimpangan pilihan dan diharuskan mengambil keputusan jalan mana yang akan dipilih? Bagaimana rasanya ?? bingung-bingung pusing yak….

 

Aku pernah beberapa kali mengalaminya, dan selalu bimbang apakah keputusan yang aku pilih itu benar atau tidak. Mulai dari hal-hal yang besar seperti menentukan jurusan kuliah, memilih jodoh (eciyee…) atau hal-hal kecil seperti memutuskan mau naik angkot yang mana. ^___*

 

Sejak menikah, alhamdulillah aku tidak terlalu kebingungan seperti sebelumnya saat mengambil keputusan karena apapun keputusan yang diambil selalu dirundingkan berdua dengan suami. Seperti kondisi LDR yang aku alami saat ini, hampir setiap pekan kami berdua selalu membicarakan berbagai kemungkinan. Apakah tetap menjalani kondisi LDR yang sudah berjalan hampir 6 bulan ini atau menyudahinya yang berarti salah satu dari kami harus meninggalkan tempat tinggal yang sekarang.

 

Setelah kami berdua rinci masalahnya ternyata memang banyak yang harus dikorbankan kalau aku yang harus meninggalkan Bekasi diibandingkan kalau suami yang meninggalkan Palembang. Akhirnya kami sepakat untuk mengakhiri LDR sampai di bulan ini saja. Horeeeeeeee….. koprol tujuh kali . Suami memutuskan untuk resign dari pekerjaannya yang lama dan berniat memulai segalanya dari nol di Bekasi.

 

Nekat !!! itu komentar salah satu temanku, tapi kami tetap melaju seperti perahu kertasnya Maudy Ayunda… eeeaaaaaa.

 

Keputusan ini sudah dipertimbangkan dengan matang termasuk konsekuensinya. Alasan utama adalah karena ternyata kebersamaan dengan keluarga itu punya arti penting buat aku dan suami, selain karena manajemen di tempat bekerja suamiku tidak bagus.

 

Teringat perkataan seorang teman ketika aku curhat tentang LDRku. Menikah itu menyatukan bukan memisahkan, kenapa setelah Allah menyatukan justru sekarang malah terpisah-pisah… jdeeeerr, nancep banget deh kalimat itu di hati.

 

LDR bagi pasangan suami istri itu tidak baik rin, bisa mematikan perasaan, coba deh bayangin disana suamimu pasti kangen anak istri, tapi karena keadaan, lalu berusaha untuk menepis atau menyingkirkan perasaan itu, lama kelamaan dia akan terbiasa dan berkurang kepekaannyai terhadap keluarganya.….. errrrrr…. nancep untuk yang kedua kalinya.

 

Ditambah lagi ada salah satu komentar di blog Kanaya yang menyinggung juga tentang LDR, bahwa perpisahan seorang anak dengan orang tuanya akan mempengaruhi perkembangan anak. Waduuuh… semakin galaulah hatiku dan suami.

 

Beberapa pertimbangan itulah yang akhirnya membuat aku dan suami mengambil keputusan ini. Setiap orang memiliki prioritas yang berbeda dalam hidupnya. Bisa jadi ada keluarga yang sanggup bertahun-tahun menjalani LDR.. Teman suamiku malah sampai 15 tahun baru bisa berkumpul secara normal dengan keluarganya dan mereka baik-baik saja, tapi ada juga yang seperti keluargaku yang hanya merasa mampu menjalaninya selama hampir 6 bulan saja. Itu adalah pilihan.

 

Makanya aku berusaha untuk menutup kuping atas komentar yang tidak mengenakkan tentang keputusan kami ini. Kami tau, keputusan ini bukan tanpa resiko dan kami sudah siap dengan konsekuensinya. Cuma satu keyakinan kami, Allah tidak akan diam saja menyaksikan hambaNya yang berusaha menjemput rezeki, insya Allah jalan kemudahan akan mengiringi setiap kesulitan.

Mungkin ini adalah jawaban Allah atas doa-doa panjangku dan harapanku saat perpisahan dengan suami di bandara Palembang liburan yang lalu.  Aku berharap Allah mempertemukan dan mengumpulkan kami kembali dalam keluarga yang utuh entah dengan bagaimana caranya. Aku menyerahkan kepada Allah untuk memilihkan cara terbaik menyatukan keluargaku

Yeaaay….. alhamdulillah, sepenuh syukur akhirnya aku, suami, dan Kanaya bisa berkumpul bersama-sama lagi. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain kebersamaan dengan keluarga kecilku.

Kanayaaaa…. kita bisa bonceng motor ayah lagi nak….. xixixixi

 

danbo018

gambar diambil dari sini

29 Komentar »

Long Distance Marriage

Ketika menikah, tidak pernah terpikir sedikitpun suatu saat akan menjalani pernikahan dengan jarak jauh. Selama ini ada di zona nyaman, selalu bersama suami dan puteri mungilku menjalani hari yang penuh warna-warni. Sampai akhirnya suami harus mengambil keputusan atas tawaran bekerja di pulau lain. Ah, akhirnya sampai juga aku pada takdirku yang ini.


Pertama kali wacana ini sampai ke telingaku,aku masih menanggapinya biasa saja, meskipun sempat terbersit pemikiran, kalau benar-benar terjadi apa aku sanggup hidup terpisah dengan suami yang selama 6 tahun ini selalu mendampingiku. Aku masih terus berharap hal ini tidak terjadi.


Tapi ternyata suamiku punya pemikiran lain. Dia menggangap tawaran ini adalah kesempatan yang luar biasa yang mungkin tidak datang lagi. Berhari hari pak suami berdiskusi denganku, meminta pendapatku atau lebih tepatnya meminta keikhlasanku untuk mengizinkannya mengambil kesempatan ini. Jujur saja, aku merasa berat karena Kanaya masih kecil untuk ditinggal ayahnya, lagi pula aku harus mengurus rumah sendirian, bekerja dan mengurus toko. Aku merasa tidak sangggup harus melaluinya tanpa ada suami di sampingku.


Tapi akhirnya aku berusaha lapang dada untuk membolehkannya mengambil tawaran itu. Beberapa hari menjelang keberangkatannya, aku masih murung, sering menangis diam-diam. Aku mengiznkannya pergi tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku bahwa aku sesungguhnya merasa kehilangan. Dan ternyata kebimbanganku itu justru membuat suamiku jadi ragu, dia pun sedih dan merasa tidak tega harus meninggalkanku.


Hingga akhirnya aku curhat ke seorang teman di bbm yang mempunyai kasus yang sama yaitu terpisah sementara dari suaminya. Dari percakapan itu aku mendapat pencerahan, dadaku tambah lapang dan aku semakin mantap bahwa aku harus memberi semangat untuk suamiku dan bukan membebaninya dengan kesedihanku.


Malamnya aku bicara serius dengan suamiku bahwa sekarang aku sudah lapang dan ikhlas membolehkan suamiku mengambil kesempatan itu dan aku akan berusaha sabar menghadapi berbagai masalah saat suamiku tidak ada. Lagi pula masih ada ibu dan adik-adikku di Bekasi. Jadi aku tidak benar-benar sendiri. Memang idealnya kehidupan rumah tangga itu tidak terpisah-pisah, tapi setiap orang punya kondisi berbeda dan punya pilihan yang berbeda pula. Rencana ke depan kalau kondisi memungkinkan aku yang akan pindah mengikuti suamiku.


11 Juli 2012 bertepatan dengan pemilihan gubernur DKI, suamiku berangkat ke tempat tujuan. Aku dan Kanaya digendonganku melepas kepergianya sampai teras rumah. Aku mengantarnya dengan wajah optimis, penuh senyum dan tanpa air mata. Bahkan Kanaya yang biasanya menangis kalau ayahnya pergi, saat itu hanya menatap ayahnya saja dan berkata hati-hati ayah… Duuuh permata hati bunda, so sweet…..


Aku yakin perpisahan ini hanya sementara, suatu saat kami akan berkumpul kembali. Selagi masih ada ALLAH tidak ada masalah yang tidak terpecahkan, Allah yang akan menjagaku. Ada ataupun tidak ada suami, Allah akan terus bersamaku. Tidak ada kehidupan yang abadi kan ya, sekarang atau nanti aku dan suami akan tetap merasakan perpisahan. Perpisahan yang tidak ada satupun mahluk dapat mengelaknya, yaitu maut.

Suamiku, Semoga Allah juga selalu menjagamu disana, jangan lupa kalau pulang ke rumah bawa oleh-oleh yang banyak yaaa…..

( teuteuppp….) ^______*

6 Komentar »