Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

1 Syawal 1438 H

1498392059437

_Kami sekeluarga mengucapkan ;_

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H

Taqabalallahu Minna wa Minkum
Shiyamana Washiyamakum

Semoga Amal Ibadah kita di bulan Ramadhan ini mendapatkan RIDHA Allah Subhana wa ta’ala dan dosa-dosa kita diampuni-NYA

Aamiin Ya Robbal Aalamiin

Rina & Keluarga

Iklan
Tinggalkan komentar »

Yuuk kita ke Ancol

Yeaaay…. Ancol maning….

  IMG_0314

Ke Ancol kali ini adalah jalan-jalan yang kedua buat Kanaya (dan entah yang keberapa buat saya) setelah tahun lalu kami liburan ke gelanggang samudera. Sebelumnya hanya pergi bertiga, saya, pak Suami dan Kanaya, nah kemarin kami ke ancol bersama keluarga besar dalam rangka arisan keluarga.

 pizap.com13632362526871

Kami sepakat berkumpul di pantai Festival yang di belakang Dufan, jadi selama acara berlangsung backsoundnya suara histeris jejeritan para pengunjung yang naik halilintar, yang jelas banget terdengar. Isssh udah tauk nyeremin, nekad aja naik gituan…*suara hati emak-emak penakut naik wahana di dufan

Sebenarnya sih acara dimulai jam 10 pagi, tapi saya dan keluarga sengaja datang lebih pagi supaya lebih puas bermain dan tidak terlalu panas. Jadi kami sudah sampai di Ancol sejak jam 8.30. Niat banget kan ya jalan-jalannya…..Bener-bener nyaman ada di pinggir laut di pagi hari, udaranya masih sejuk dan belum ramai orang. Masih bisa nonton ikan duyung sarapan xixixixi

Liat niy saya aja masih bisa puas main ayunan, palingan rebutan sama Kanaya aja dan sepupunya. Si mbah melihat saya enggak mau ngalah saat main ayunan, langsung nyindir, Nay… ngalah sama bunda yaaa, main ayunannya ….. hahahaha

 IMG02479-20130310-0914

pizap

Setelah puas main ayunan dan foto-foto, kami segera ke tempat janjian ngumpul keluarga yang lain. Sudah lumayan banyak yang datang, cipika cipiki, tanya kabar kabur, makan-makan, menentukan next arisan dll. Sekalian juga di acara ini keponakan saya, Luthfi Sahki merayakan ultahnya yang pertama. Bikin heboh anak-anak karena ada acara bagi-bagi goodie bag dan makan kue tart. Kalau Kanaya hebohnya minta beliin mainan balon sabun yang tembakannya berbentuk lumba-lumba. *tepokzidat . Btw, beli mainan di ancol ga bisa di tawar yak, *dilema emak-emak biasa nawar

pizap.com13632366202651 pizap.com13632370812961

Belum selesai acara, bocah-bocah yang segambreng itu kompak pada berenang di pantai. Kanaya ikutan kah???…. enggak. Dia mah malah asyik tidur di pangkuan ayahnya yang bersender di bawah pohon kelapa. Saat bangun tidur dia celingukan karena sepupu-sepupunya pada ngilang semua. Saya tawarkan Kanaya apakah mau berenang, awalnya menggangguk angguk senang karena mungkin dia membayangkan berenang di kolam renang yang bersih dan nyaman.

 f1b5900e-c079-43c3-8a9f-e247f58253d4wallpaper

IMG_0356

Setelah sampai di pinggir pantai dia malah tidak mau turun dan minta gendong ayahnya karena jijik katanya lihat pantai yang kotor….. hadeeeeuuuhh. Etapi iya juga sih, pantainya jorok banget yaaak, ada bungkus indomie, gelas air mineral sama macam-macam sampah di air lautnya. Pantesan Kanaya enggak mau. Pak suami yang mantan perenang amatiran di sungai musi sempat gemes nyuruh Kanaya mencelupkan kakinya di air, tapi dia menolak dan ujung-ujungnya malah menangis. Ya sutralah….

Kanaya ini beneran males banget sama yang kotor-kotoran, saat bunda tawarkan main pasir di pinggiran pantai dia menolak awalnya, tapi tidak lama kemudian tertarik karena melihat sepupunya main pasir juga. Itupun cuma sebentar, langsung minta dibersihin kakinya. Hadeeehhh…. Mengutip iklan salah satu pembersih pakaian, berani kotor itu baik lhoo…… tapi tidak baik buat tangan emaknya yang berjuang ngucekin pakaian anaknya. Setidaknya dengan berkotor-kotor jadi lebih kreatif, mungkin begitu maksudnya. Ahhh…. bermain di tempat bersih juga bisa kreatif kok… *ngeles.

a8c952c3-5ec6-40bc-91e5-9001667a3e4ewallpaper

Selesai acara ditutup dengan foto-foto bersama artis top ibukota. Alhamdulillah hari itu bisa silaturahim dengan saudara-saudara dan memberikan pengalaman baru buat Kanaya……

See you next time…. Ancol…

 IMG_0307

30 Komentar »

Keputusan itu….

Pernahkah temans berada dalam sebuah persimpangan pilihan dan diharuskan mengambil keputusan jalan mana yang akan dipilih? Bagaimana rasanya ?? bingung-bingung pusing yak….

 

Aku pernah beberapa kali mengalaminya, dan selalu bimbang apakah keputusan yang aku pilih itu benar atau tidak. Mulai dari hal-hal yang besar seperti menentukan jurusan kuliah, memilih jodoh (eciyee…) atau hal-hal kecil seperti memutuskan mau naik angkot yang mana. ^___*

 

Sejak menikah, alhamdulillah aku tidak terlalu kebingungan seperti sebelumnya saat mengambil keputusan karena apapun keputusan yang diambil selalu dirundingkan berdua dengan suami. Seperti kondisi LDR yang aku alami saat ini, hampir setiap pekan kami berdua selalu membicarakan berbagai kemungkinan. Apakah tetap menjalani kondisi LDR yang sudah berjalan hampir 6 bulan ini atau menyudahinya yang berarti salah satu dari kami harus meninggalkan tempat tinggal yang sekarang.

 

Setelah kami berdua rinci masalahnya ternyata memang banyak yang harus dikorbankan kalau aku yang harus meninggalkan Bekasi diibandingkan kalau suami yang meninggalkan Palembang. Akhirnya kami sepakat untuk mengakhiri LDR sampai di bulan ini saja. Horeeeeeeee….. koprol tujuh kali . Suami memutuskan untuk resign dari pekerjaannya yang lama dan berniat memulai segalanya dari nol di Bekasi.

 

Nekat !!! itu komentar salah satu temanku, tapi kami tetap melaju seperti perahu kertasnya Maudy Ayunda… eeeaaaaaa.

 

Keputusan ini sudah dipertimbangkan dengan matang termasuk konsekuensinya. Alasan utama adalah karena ternyata kebersamaan dengan keluarga itu punya arti penting buat aku dan suami, selain karena manajemen di tempat bekerja suamiku tidak bagus.

 

Teringat perkataan seorang teman ketika aku curhat tentang LDRku. Menikah itu menyatukan bukan memisahkan, kenapa setelah Allah menyatukan justru sekarang malah terpisah-pisah… jdeeeerr, nancep banget deh kalimat itu di hati.

 

LDR bagi pasangan suami istri itu tidak baik rin, bisa mematikan perasaan, coba deh bayangin disana suamimu pasti kangen anak istri, tapi karena keadaan, lalu berusaha untuk menepis atau menyingkirkan perasaan itu, lama kelamaan dia akan terbiasa dan berkurang kepekaannyai terhadap keluarganya.….. errrrrr…. nancep untuk yang kedua kalinya.

 

Ditambah lagi ada salah satu komentar di blog Kanaya yang menyinggung juga tentang LDR, bahwa perpisahan seorang anak dengan orang tuanya akan mempengaruhi perkembangan anak. Waduuuh… semakin galaulah hatiku dan suami.

 

Beberapa pertimbangan itulah yang akhirnya membuat aku dan suami mengambil keputusan ini. Setiap orang memiliki prioritas yang berbeda dalam hidupnya. Bisa jadi ada keluarga yang sanggup bertahun-tahun menjalani LDR.. Teman suamiku malah sampai 15 tahun baru bisa berkumpul secara normal dengan keluarganya dan mereka baik-baik saja, tapi ada juga yang seperti keluargaku yang hanya merasa mampu menjalaninya selama hampir 6 bulan saja. Itu adalah pilihan.

 

Makanya aku berusaha untuk menutup kuping atas komentar yang tidak mengenakkan tentang keputusan kami ini. Kami tau, keputusan ini bukan tanpa resiko dan kami sudah siap dengan konsekuensinya. Cuma satu keyakinan kami, Allah tidak akan diam saja menyaksikan hambaNya yang berusaha menjemput rezeki, insya Allah jalan kemudahan akan mengiringi setiap kesulitan.

Mungkin ini adalah jawaban Allah atas doa-doa panjangku dan harapanku saat perpisahan dengan suami di bandara Palembang liburan yang lalu.  Aku berharap Allah mempertemukan dan mengumpulkan kami kembali dalam keluarga yang utuh entah dengan bagaimana caranya. Aku menyerahkan kepada Allah untuk memilihkan cara terbaik menyatukan keluargaku

Yeaaay….. alhamdulillah, sepenuh syukur akhirnya aku, suami, dan Kanaya bisa berkumpul bersama-sama lagi. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain kebersamaan dengan keluarga kecilku.

Kanayaaaa…. kita bisa bonceng motor ayah lagi nak….. xixixixi

 

danbo018

gambar diambil dari sini

29 Komentar »

Ngobrolin poligami

                                                    gambar dari sini

Dari 5 Staf di kantor saya paling cantik, karena perempuan sendirian. Ada senangnya tapi banyak juga dukanya. Selain disuruh jadi yang tukang nyatet kalo lagi rapat (alasan tulisan perempuan paling rapih… huh!!!), saya juga paling bete kalau secara tidak sengaja masuk ke obrolan para lelaki itu. Pembicaraan yang selalu ada adalah masalah poligami. Selaluuuu deh diomongin terus. Saya pernah bilang , coba yaaah jangan diomongin terus … action… segera action…. Kalau ditantangin begitu langsug deh pada menciut, masih pada ngeri sama istrinya tuuuh. Pernah juga ada yang ngebalikin, nah kalo bu Rina gimana, boleh gak suaminya nikah lagi. Saya nyengir aja…….Yaaaaa….. silahkan aja ….. sahut saya sambil pura-pura cuek (padahal dalem ati deg deg an juga hihihihihi )

Nah kemaren siang, lagi pada kumpul, entah siapa yang memulai, keluar lagilah omongan tentang poligami. Seperti biasa, saya yang jadi sasaran ledekan.

Teman : Eh bu, kemarin saya lihat sekilas suami ibu Rina waktu ngejemput

Saya : Oh… yaa

Teman : Saya bisa nebak tuh kepribadiannya

Saya : Ah sok tauk nih

Teman : Menurut penerawangan saya, suami bu Rina ini orangnya kalem, tapi kalem-kalem menghanyutkan

Saya : Maksut nyeeee

Teman : sepertinya ada kecenderungan suatu saat punya istri lagi

Saya : masa sih ( sambil ketawa-ketawa)

Teman : eh bener lho...

Saya : yaa biarin aja, kalo dia mau silahkan aja…. (ngomongnya sambil ketawa-ketawa…. tapi ketawa pilu….hihihi)

Sampai rumah saya ceritakan kepada suami tentang obrolan saya dengan teman di kantor tadi. Dia tertawa terbahak-bahak dan cuma berkomentar temannya dukun yak

Tapi saya pasang muka serius, emang benar ya mas ??

Tawanya tambah keras, gawat nih, bikin kacau rumah tangga orang aja…

Duuh poligami, poligami…

8 Komentar »