Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Libur Lebaran 1438 H

 

1500478999518

Libur lebaran tahun ini kami ke Palembang…Yeaaaayyy….. Terbayang pertama kali saat menyebut Palembang adalah makanannya yang enak-enak. Selain tentu saja karena ingin silaturahim dengan keluarga besar suami dan sungkem sama mertua.

Tiket pesawat sudah dipesan dua  bulan sebelumnya dengan rencana hanya saya dan anak-anak yang naik pesawat sedangkan ayahnya berangkat seminggu sebelumnya dengan naik bis. Supaya bisa lebih banyak ngobrol dengan mertua karena secara kalau ada anak-anak tidak bisa leluasa. Awalnya sih saya agak ragu apa sanggup membawa dua bocah cilik yang lagi aktif-aktifnya. Tapi  demi pak suami bisa birrul walidain dengan ortunya saya nekat saja. Dulu saya juga pernah berdua saja dengan Kanaya saat usianya dua tahun. Insya Allah sekarang pasti bisalah.Tapi akhirnya di detik-detik terakhir keberangkatan pak suami engga tega membayangkan saya pergi bertiga. Akhirnya malah ikutan pesan tiket, untungnya masih tersedia seat untuk pesawat dengan waktu yang sama.

Kami berangkat dari bandara Halim Perdanakusuma jumat sore dan baru pertama kalinya naik pesawat dari sini menggunakan Citilink. Meskipun berangkatnya dua pekan setelah lebaran tetap yaaah penuuuh banget sampai di ruang tunggu tidak kebagian kursi. Alhamdulillah masih ada ruang menyusui yang meskipun kecil tapi tetap nyaman buat menunggu. Setelah beberapa lama ada pengumuman pesawat kami delay dua jam. Weeeeew…. meskipun dapet dispensasi nasi padang Sederhana tetap tidak bisa menutupi rasa kecewa karena anak-anak jadi rewel terlalu lama menunggu. Apalagi Kaysan terus-terusan menangis karena bosan dan mengantuk.

Akhirnya pesawat datang. Ini adalah pengalaman pertama kalinya untuk Kaysan naik pesawat, awalnya saya khawatir dia rewel tapi alhamdulillah meskipun tidak bisa diam sampai naik ke atas meja lipat, dia tidak menangis. Sampai Palembang pas magrib dan sampai rumah mertua jam 8 malam karena jalanan macet total. Kami langsung tepar karena kelelahan.

Paginya rumah mertua sudah ramai untuk persiapan acara Walimatus Safar pergi Haji bapak dan mimi . Hari ahadnya puncak acara, banyak orang di rumah sampai Kaysan dan Kanaya menangis karena kepanasan dan tidak terbiasa dengan ramainya orang. Senangnya acara hajatan di Palembang itu tidak terus menerus sampai malam seperti di Bekasi. Jam 12 siang acara selesai dan setelah itu rumah sudah rapi kembali.

Malamnya setelah magrib kami bersama saudara-saudara yang lain bisa jalan-jalan. Tujuan pertama adalah jembatan Ampera yang menjadi ikon kota Palembang. Beberapa kali saya ke tempat ini belum pernah berkunjung di malam hari dan ternyata rameeeeeee. Pemandangannya juga bagus, jembatannya lebih cerah karena lampu-lampu. Kelebihannya disaat malam cuaca tidak panas tapi sayangnya kami tidak bisa naik perahu. Padahal saya pengen banget ajak Kanaya Kaysan naik perahu.

Puas ngemil-ngemil di pinggiran sungai Musi, kami langsung ke restoran martabak Har. Bagi saya sih ini acara utamanya, heheheh. Kalau ke Palembang martabak Har itu adalah makanan wajib. Rasanya bikin nagih dan ngangenin. Meskipun kami ke sana jam 10 malam tapi kedai masih buka dan masih banyak pembeli juga. Makannya bergantian dengan pak suami karena anak-anak rewel pengen tidur. Lumayanlah meskipun kurang menikmati karena sambil meredakan rengekan anak-anak, tapi setidaknya sudah mencicipi lezatnya martabak Har.

Pulangnya kami menginap di rumah kakak ipar di daerah Borang. Ini juga jadi tempat favorit karena belakang rumah ada kebun buah yang saat kami datang, beberapa buahnya sedang panen. Lebih tepatnya dipaksakan panen supaya buah bisa dipetik segera karena tangan-tangan bocah sudah gemas ingin memetik buah langsung dari pohonnya. Buah yang jadi idola itu kelengkeng, meskipun masih muda tapi rasanya muaniiss. Saya baru tau kalau kelengkeng bisa juga tumbuh di Palembang karena selama ini lihat pohon Kelengkeng hanya di daerah Jawa Tengah saja.

Puas menjelajahi kebun, kami diundang makan siang oleh kerabat yang lain, lokasinya berdekatan. Makan siang yang menyenangkan karena ada menu penutup yang ditunggu-tunggu yaitu bakso. Jyaaah jauh-jauh ke Palembang cuma mau makan bakso yaaak. Eiits jangan salah ini bakso uenak banget rasanya asli daging sapi tanpa banyak campuran karena pemilik rumah itu penjual daging sapi. Pokoknya endeus tralala deh rasa baksonya.

Setelah itu lanjuuut ke rumah kakak ipar yang lain dan makan-makan lagi, kali ini menunya celimpungan, pempek, otak-otak, es buah, srikaya duren dan berbagai macam makanan ringan. Naksir berat sama otak-otaknya yang sebesar lontong. Ikan tenggirinya terasa banget, enggak tau lah saya habis berapa biji. Sadarnya saat perut terasa penuh hihihi.

Oh iya kami juga sempat pesta durian malam sebelumnya. Sudah pada tau kan kalau Palembang itu banyak durian enak. Tapi saya sih nonton saja keseruan mereka makan durian, karena engga doyan dan agak mual sama baunya.

Dua hari setelah acara walimatus safar di rumah mertua kami memang keliling Palembang untuk berkunjung ke beberapa rumah kerabat suami. Dan setiap kunjungan sudah dipastikan ada penambahan lemak di badan karena makanan yang disuguhkan terlalu sayang untuk ditolak hehehe. Sejenak mari kita lupakan timbangan.

Hari Rabu pagi kami sudah harus bersiap-siap terbang ke Jakarta. Kali ini menggunakan Batik Air menuju bandara halim perdanakusuma. Belajar dari pengalaman delay sebelumnya yang sampai dua jam, saya sudah mempersiapkan makanan untuk anak-anak dan saat sampai ruang tunggu sudah siap-siap menguasai ruang menyusui lagi. Alhamdulillah tidak ada delay dan penerbangan lancar jaya sampai Jakarta.

Selamat tinggal Palembang……

 

1 Komentar »

1 Syawal 1438 H

1498392059437

_Kami sekeluarga mengucapkan ;_

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H

Taqabalallahu Minna wa Minkum
Shiyamana Washiyamakum

Semoga Amal Ibadah kita di bulan Ramadhan ini mendapatkan RIDHA Allah Subhana wa ta’ala dan dosa-dosa kita diampuni-NYA

Aamiin Ya Robbal Aalamiin

Rina & Keluarga

Tinggalkan komentar »

Mudik ke Palembang 2014

Alhamdulillah….
Ngeblog lagi setelah libur lebaran usia.

Sebelumnya aku dan keluarga mengucapkan …..
Taqabbalallahu minna wa minkum, Kullu Aam wa antum bil khayrin.
Mohon Maaf lahir dan bathin. Semoga setelah Ramadhan ini kita lebih baik lagi dalam segala hal, aamiin.

pizap.com14077314938151

 happy ied mubarak

Lebaran tahun ini sebenarnya aku dan suami tidak merencanakan mudik ke Palembang, ke rumah orang tua dan saudara- saudara suami. Pertimbangannya karena setelah lebaran kami harus bersiap siap mengontrak rumah selama dua bulan karena rumah yang kami tempati akan di renovasi. Tapi akhirnya luluh juga saat mertua berkali kali telpon meminta kita untuk ke Palembang karena kangen cucu. Seminggu sebelum lebaran akhirnya suamiku memesan tiket pesawat pulang pergi. Kami memilih pesawat terakhir di malam hari dan tidak pada saat arus mudik supaya dapat tiket yang lebih murah. Berangkat senin malam dan pulang kamis malam. Rencananya berlebaran dulu di Bekasi bersama mama dan adikku, lalu malamnya terbang ke Palembang.

DSC_1551menunggu pesawat datang

Aku dan keluarga baru kali ini naik pesawat di malam hari, biasanya di waktu pagi atau siang hari. Ternyata tetap ramai ya sodara-sodara. Kanaya yang tadinya semangat dan aktif menjelajahi ruang tunggu, akhirnya tidak sanggup menahan kantuk dan tertidur di pangkuanku. Kami juga tidak bisa menikmati pemandangan dari atas pesawat karena gelap. Tapi yang menyenangkan, jalanan menuju bandara lancar jaya bebas dari macet.

Sampai Palembang sudah hampir pukul 23.30 karena pesawat delay dan mengantri bagasi. Alhamdulillah keluarga suami yang menjemput sabar menunggu kedatangan kami. Jam segitu yang ada di pikiran kami adalah tiduuuuuur, tunda dulu makan pempek bikinan mertua. Meskipun sudah sangat ingin mencicipi.

Selasa pagi, kami bersiap siap dengan keluarga besar akan berkunjung ke rumah rumah saudara yang lain. Nah ini dia nih, moment yang paling ditunggu, makan makan makan. Setiap berkunjung kami wajib makan suguhan dari tuan rumah dan biasanya yang disuguhi itu makanan khas Palembang seperti pempek, tekwan, model, maksuba dll. #Umpetin timbangan. Aku suka hampir semua makanan palembang kecuali tempoyak, sampai sekarang belum berani mencicipi.

pizap.com14074754530391bersama keluarga besar

296905111 martabah Har dan mie celor makanan wajib di Palembang selain pempek,…yummy…

296905342makan , makan, makan

Hari ke dua di Palembang masih ada acara silaturahim. Keluarga suami ini termasuk keluarga besar dan biasanya memang setiap lebaran wajib kami kunjungi. Aku sih senang – senang saja, itu artinya makan-makan lagi kan hehehehe. Malam ketiga ini aku menginap di rumah kakak ipar di daerah Borang. Wilayahnya ada di pinggir kota Palembang jadi hawanya lebih sejuk dan masih banyak pepohonan. Di belakang rumahnya ada kebun jeruk limau yang bikin geregetan pengen dipetikin semua.

pizap.com14074761113031
Malam terakhir di Palembang kami jalan-jalan keliling kota Palembang dan berakhir dengan makan-makan di sebuah restoran. Tapi rasanya belum sreg kalau ke Palembang tidak makan mie celor dan martabak har. Besoknya sebelum pulang aku dan suami menyempatkan makan mie celor di 26 ilir yang rasanya maknyus itu, aku sampai nambah lhoh, modusnya sih buat Kanaya, padahal buat emaknya, hehehe. #timbangan masukin kardus dulu. :)))

Meskipun ini ketiga kalinya Kanaya ke Palembang tapi dia belum pernah diajak ke sungai Musi. Jadi kami kesana sebentar saja. Foto-foto, naik perahu lalu pulang. Panasnya puoool meskipun sudah jam 4 sore. Suasana sangat ramai oleh pengunjung dan orang berjualan. Banyak juga penyewaan permainan anak-anak yang sering dijumpai di mall Bekasi. Sayangnya sekitar Jembatan Ampera ini sekarang jadi tidak terawat, banyak sampah berserakan, dan eceng gondok di pinggiran sungai. Kurang nyaman berlama lama disana menurutku.

pizap.com14074759719961Jembatan Ampera

pizap.com14074765052571

menyusuri sungai musi

DSC_1429
Selama di Palembang ini aku jarang sekali membuka HP. Pernah sebentar membuka IG dan melihat Della seorang blogger ngetop, sedang berada di Palembang juga, aku ingin menghubungi dia untuk kopdar tapi enggak ngerti caranya DM. Aku hanya meninggalkan komentar saja bahwa aku juga sedang di Palembang. Ternyata dia membalas mentionku dan menanyakan no hp. Sayangnya mention darinya baru aku baca saat sudah sampai di Bekasi…..wkwkwkwk. Kebangetan banget deh, padahal sebelum ke bandara aku sempat melewati daerah rumah Della di Sekip. Yah namapun belum berjodoh ya del, next time kita ketemuan di jembatan ampera yaaak, hehehehe.

Nah itu dia cerita libur lebaranku. Meskipun lelah tapi sangat menyenangkan dan menggemukan
Palembang, insya Allah kami kesana lagi lain waktu. ^_____*

20 Komentar »

Mie Celor mantaaabs…

Berawal dari postinganku di blogspot tentang perjalanan mudik ke Palembang bersama Kanaya untuk pertama kalinya. Nah aku ceritakan kalo aku ke Palembang pasti mengunjungi Mie Celor 26 ilir yang udah kesohor lezatnya itu, tapi berhubung antriannya puanjaaaang jadi ga beli deh, soale khawatir Kanaya rewel …..iiihikss.. *nangisgulingguling *. Cuma bisa menatap kerumunannya dari kejauhan saja, sambil sesekali mengendus aromanya yang bikin perut kriuk kriuk *mupengsangad *

Diantara blogger yang komentar di postinganku itu kepengen diulas tentang mie celor inih yang sampai bisa bikin aku mabok kepayang. So…. aku ulas deh disini karena blogku di blogspot itu cuma ngulas khusus tentang perkembangan dan keseharian Kanaya.

Jadi mie celor itu sebenernya mie khas Palembang yang disiram kuah santan dengan kaldu udang. Ga tau persis juga gimana bikinnya aku sih cuma bisa makan doang.hehehehe….. Tapi tadi ngubek-ngubek mbah google eh ketemu juga resepnya. Sapa tauk ada yang penasaran dan kepengen bikin sendiri. Cekidot niiih…

BAHAN:

300 gr udang

1 sdt air jeruk limau

250 gr mi telur, seduh

100 gr taoge, seduh

3 btr telur, rebus lalu potong-potong

6 btg kucai, iris halus

5 sdm bawang goreng

Catatan :

  1. Udang dikupas, diambil dagingnya, di potong halus.

  2. Kepalanya diambil disiangi, dan dipecah/digepuk untuk bahan kaldu

BAHAN KUAH:

1250 ml kaldu udang

1 sdm garam

¼ sdt gula pasir

½ sdt merica bubuk

1 sdt air jeruk limau

2 btr telur, kocok lepas

250 ml santan dari ½ btr kelapa

2 sdm tepung terigu encerkan dengan 50 ml air

CARA MEMBUAT:

  1. Aduk udang dan air jeruk limau, diamkan selama 15 menit.

  2. Didihkan 1500 ml air, masukkan kepala udang, angkat.

  3. Ukur kaldunya 1250 ml.

  4. Didihkan kaldu udang, tambahkan santan, garam, gula, merica dan udang kupas, rebus sampai matang.

  1. Masukkan telur mentah sambil diadu

  2. k hingga berbutir-butir, tambahkan air jeruk limau, aduk sampai matang.

  3. Kentalkan dengan larutan tepung terigu sambil diaduk hingga meletup-letup.

  4. Sendokkan mi dan taoge ke dalam mangkuk, tambahkan potongan telur rebus, siram dengan kuah panas.

  5. Taburkan kucai dan bawang goreng. Sajikan.

    Kalo buat aku yang memang jarang masak, tapi cuma doyan makan, bikin mie celor agak ribet suribet. Belom lagi ngolah kaldunya, bikin santannya, hiiiiiii…… *janganditiruemak2pemalas

    Enggak tauk yah kalo mie celor di tempat lain enak atau enggak, tapi aku biasa belinya di Mie Celor 26 Ilir, yang katanya siiiiih ibu Megawati aja kalo ke Palembang juga mampir ke sonoh. Enggak tau bener enggak selama kesana belom pernah ketemu hehehehe…. Tapiii enggak semua orang menyukai mie celor ini, buat ibuku yang asli Jawa rasanya ga mantap di lidah, lebih enak makan nasi pecel gituh…. hihihi. Meskipun kuciwa ga bisa makan mie celor di Palembang tahun ini, tapi tahun-tahun berikutnya mudah-mudahan bisa, semoga warungnya masih buka….. ^_*

Naaah daripada cuma ngebayangin doang ini dia penampakannya…..*ngelaptetesaniler *


http://www.episodekanaya.blogspot.com

7 Komentar »