Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Liburan ke Ambarawa dan Solo

Ambarawasolo

Super duper Late post….

Alhamdulillah liburan sekolah tahun ini bisa pulang kampung ke kota kelahiran saya di Ambarawa. Lima tahun tidak berkunjung ke sini. Kangen dengan suasana pedesaan dan pemandangan alamnya yang indah.

Sebenarnya yang punya acara itu pak Suami dan teman-temannya yang berencana wisata kota Solo bersama keluarga. Saya memutuskan berangkat duluan ke Ambarawa karena rasanya kok sayang ya pergi  jauh jauh ke Solo melewati Ambarawa dan enggak mampir. Akhirnya saya, mama, Kanaya dan Kaysan mencuri start liburan dengan menginap dulu di Ambarawa selama 7 hari. Setelah itu baru ketemuan dengan rombongan keluarga yang lain di Solo. Suami menyusul karena masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan

Dan….. liburan bersama seorang lansia plus dua bocah cilik pun dimulai…..

Kami ke Ambarawa naik bis double decker Agra Mas dari poolnya di depan depsos Bekasi. Ngaret 2 jam karena alasan jalan tol macet. Sedihnya karena saat pagi sebelum berangkat  Kanaya muntah-muntah. Sudah di bawa ke dokter dan alhamdulillah muntah agak reda meskipun saya tetap khawatir karena perjalanan jauh dan tanpa ayahnya.

Saya baru pertama kalinya ke Ambarawa naik bis tingkat. Awalnya pengen banget duduk di lantai atas tapi realistis lah ya, bawa orang tua dan 2 anak yang lagi aktif-aktifnya engga mungkin pilih duduk di lantai 2.

Foto bis pinjam dari Agra Mas

Tiba di Ambarawa jam 3 pagi dan rasanya kaya mimpi bisa ada di kampung saya tercinta ini. Kota kecil yang bikin betah karena tidak terlalu ramai dan pemandangannya memanjakan mata banget. Seharian engga ke mana-mana cuma tidur dan makan aja. *tendangtimbangan. Hari hari selanjutnya barulah kami berempat keliling Ambarawa, demi menyenangkan anak-anak dan memuaskan hobi saya mencari objek foto.

Tujuan wisata yang pertama adalah museum kereta api Ambarawa. Sekarang jauh lebih rapih dan bersih. Anak-anak langsung heboh lihat kereta api sebegitu banyaknya. Kakaknya lebih suka baca-baca sejarah yang ditempel di dinding sedangkan adiknya minta naik kereta, jalan-jalan di gerbong, minta turun, naik lagi, ngejar-ngejar sampai punggung rasanya mau copot. Di saat ini langsung keingetan pak suami yang biasanya kalau jalan-jalan kebagian pegang Kaysan. *koyomanakoyo

Selesai menjelajahi Museum kereta api, lanjut ke Palagan Ambarawa yang sebenarnya jaraknya dekat dari museum, hanya jalannya agak menanjak. Saya pilih naik delman karena efisiensi waktu dan tenaga. Udah engga sanggup kalau Kaysan minta gendong. Sampai sana suasana tidak ramai hanya ada beberapa pengunjung. Saya bernostalgia sama mama, dulu waktu masih kecil sering banget ke tempat ini, dan sekarang kesini lagi sudah bawa anak-anak. Tidak banyak yang bisa dilihat selain kereta api, tank, pesawat terbang peninggalan jaman perang kemerdekaan dulu. Patung-patung pahlawannya malah membuat Kaysan takut.

Hari selanjutnya bingung mau ke mana, searching tempat wisata Ambarawa yang nyaman buat anak-anak malah jadi tambah bingung karena saking banyaknya. Akhirnya kami menuju Bandungan yang lokasinya menanjak seperti di puncak Bogor. Rencana awal mau ke candi Gedong Songo tapi seingat saya dulu pernah ke sana tempatnya agak curam dan menanjak terus. Males ah, punggung encok lagi kalau harus gendong Kaysan. Akhirnya pilih ke taman bunga Celosia yang lumayan menyenangkan buat anak-anak karena banyak patung dari film kartun kesayangan. Tempatnya tidak terlalu luas dan bunganya masih belum banyak, di beberapa tempat malah dipasang bunga tiruan. Tapi lumayan banyak spot foto yang bagus.

Di lain waktu saya mengunjungi beberapa tempat, hanya dengan Kanaya dan sepupu keliling Ambarawa naik motor. Mama dan Kaysan punya acara sendiri dengan saudara-saudara yang lain. Saya mengunjungi kampung warna warni di daerah Bejalen yang mirip dengan kampung warna warni di Malang. Sebagian besar rumah dindingnya di cat dengan warna warni pelangi dan beberapa dinding digambar semenarik mungkin. Ada juga perahu  besar yang dibuat di pinggir sawah yang juga dicat warna pelangi dengan pemandangan sawah dan gunung Merbabu. Perahu yang unik karena hanya bisa digunakan untuk foto-foto saja. Kreatif deh !

Salah satu daya tarik Ambarawa adalah rawa pening. Sekarang bisa melihat lebih dekat karena dibangun jembatan Biru yang posisinya agak ke tengah rawapening. Seingat saya dulu sewaktu kecil rawa pening ini indah sekali, sekarang masih tetap indah tapi agak kotor, banyak eceng gondok dan  entah sedang dibuat proyek apa jadi pemandangannya agak terganggu. Ada juga sih perahu wisata keliling rawapening, saya tidak mencobanya karena hari keburu sore. Tapi puas lah meskipun hanya sebentar di Jembatan biru , karena bisa mengambil foto-foto saat sunset.

Sesuai rencana, Hari Ahad pak Suami menjemput saya dan anak-anak. Hari Senin pagi baru menuju Solo bertemu dengan teman-teman yang lain. Memanfaatkan waktu yang ada di hari Ahad, kami jalan-jalan ke Borobudur. Sebenarnya saya kurang tertarik tapi pak suami kepengen banget ke sana. Akhirnya cuuus lah ahad pagi kita menuju Magelang dengan rute Salatiga, Kopeng, Ketep, Borobudur. Padahal pak suami baru sampai jam 5 pagi dari Bekasi. Tapi engga ada capeknya lanjut aja jalan-jalannya.

Kami hanya mampir sebentar ke Kopeng dan malah tanpa rencana mampir juga ke Ketep Pass. Menyaksikan Gunung Merapi dari ketinggian dan membaca sejarah meletusnya Gunung merapi dari museumnya. Sepanjang  jalan pulang pergi  Ketep disuguhi pemandangan kebun buah dan sayuran segar. Gemeees pengen metik.

Puas melihat Gunung Merapi dari Ketep dan wisata kuliner di sana kami langsung menuju Borobudur. Lumayanlah lah membakar kalori, naik ke puncak Borobudur yang tinggi. Susah bener mau foto-foto karena banyaknya pengunjung, jadi enggak lama  langsung turun lagi. Sampai bawah haus dan lapar makan soto daging semangkok. Nambah lagi dah lemaknya. *peluktimbangan.

Senin pagi, cuuuuuuuus ……………… lanjut ke Solo .

Diiringi kekhawatiran sang emak karena Kaysan tiba-tiba panas tinggi. Alhamdulillah saat di bis panasnya mulai turun, tapi saat sampai di hotel mulai panas lagi. Sorenya Kanaya berenang, Kaysan mulai rewel dan tidak mau makan, setelah itu makin tinggi panasnya dan buang-buang air. Tidak ada makanan sedikitpun yang masuk ke perutnya.  Sedihnya hati saya melihat kondisi Kaysan yang lemas. Saya sudah googling rumah sakit terdekat, siap-siap kalau malam itu harus membawanya ke rumah sakit. Semalaman saya tidak bisa tidur nyenyak. Berharap Kaysan sembuh karena paginya kita akan pergi ke Tawangmangu.

Alhamdulillah ya Allah… setelah subuh panasnya turun. Wajahnya masih sayu tapi sudah aktif bergerak ke sana kemari sambil bernyanyi nyanyi. Setelah sarapan, kami dan rombongan menuju Tawangmangu yang ternyata indah banget pemandangannya. Saya selalu suka dengan hawa pegunungan, bau khas hutan pinus dan pemandangan indah dari ketinggian. Betah banget di tempat ini, sayang cuma sebentar. Kalau bisa menginap atau kemping pasti lebih menyenangkan. Pulang dari Tawangmangu kami keliling kampung batik di daerah Laweyan dan makan nasi liwet, setelah itu istirahat di hotel. Zzzzzz…….

Besok paginya acara masing-masing, ayahnya janjian dengan teman lamanya, dan saya juga janjian bertemu dengan teman saat dulu masih ngantor. Kalau pak suami sendirian aja ketemu temannya, nah saya bawa anak-anak. Begitulah yaa nasib emak-emak, kemana mana bawa buntut….:). Pertemuan dengan teman saya ini terhitung singkat kami ngobrol-ngobrol di perjalanan menuju PGS untuk beli oleh-oleh dan makan Selat Solo. Meskipun singkat tapi senaaaang bisa bertemu melepas kangen.

Jam 12 kami keluar dari hotel menuju stasiun Solo Balapan untuk kembali ke Bekasi. Baru kali ini naik kereta dengan jarak yang jauh. Biasanya paling jauh naik Commuter Line ke Kota. Ternyata cukup menyenangkan yah ke luar kota naik kereta api, lebih cepat sampainya, engga terasa tau-tau sampai aja gitu di stasiun Bekasi.

Baiklah, liburan sudah selesai, mari kita kembali ke kehidupan nyata,…wkwkwkwk. Semoga setelah liburan ini jadi semakin semangat menjalani rutinitas. Aamiin

Iklan
Tinggalkan komentar »

Libur Lebaran di Palembang

1529906223887(1)

 

Alhamdulillah

Libur lebaran tahun ini saya dan keluarga bisa kembali ke Palembang silaturahim dengan keluarga besar suami. Awalnya memang tidak ada rencana ke Palembang karena sudah terlanjur beli tiket ke Ambarawa, kota kelahiran saya. Tetapi pertengahan Ramadhan, dengan berbagai pertimbangan   kami memutuskan mudik juga ke Palembang. Jadi persiapannya serba mendadak , termasuk hunting tiket pesawat yang mahalnya ampyuuuuun. Biasanya kalau kami mau ke Palembang sudah beli tiket beberapa bulan sebelumnya jadi bisa cari yang lebih murah.

Apapun kesulitannya, selalu ada kemudahan kan ya. Alhamdulillah bisa terbang juga ke Palembang meskipun dapat penerbangan malam hari. Awalnya khawatir anak-anak rewel karena jam tidur terutama Kaysan yang sejak disapih jadi sering tantrum. Tapi alhamdulillah mereka menikmati perjalanan. Kami ada di Palembang selama 6 hari, ngapain aja sih….. nah ini dia catatannya.

Hari pertama

Tiba di Palembang jam 12 malam dan langsung meluncur ke rumah kakak ipar di daerah Pinang Mas. Engga sempat lagi bebersih, langsung tidur karena ngantuk berat. Bangun tidur Kaysan nangis karena mungkin bingung ini ada di mana. Tidak perlu waktu yang lama akhirnya dia sudah ceria lagi dan bermain bersama sepupunya. Alhamdulillah Kanaya dan Kaysan termasuk anak yang menyenangkan dan mudah beradaptasi jika diajak ke berkunjung ke suatu tempat. Kalaupun rewel biasanya karena Kaysan ngantuk atau bangun tidur dan itupun tidak berlangsung lama. Rencana hari pertama di Palembang adalah berkunjung ke rumah kerabat yang tersebar di beberapa wilayah Palembang. Kami konvoi  3 mobil mengunjungi saudara suami yang lebih tua. Sesuai dengan ciri khasnya Palembang, selalu ada pempek di setiap rumah yang kami kunjungi, selain makanan khas Palembang lainnya, tekwan, celimpungan, model dan lain lain. Berkunjung, makan-makan, kenyang, jalan lagi laper lagi, makan lagi begitulah terus sampai sore menjelang. *tendang timbangan.

Kunjungan hari pertama berakhir di rumah mertua tapi kami tidak menginap karena baju ganti masih ada di rumah kakak ipar. Jadi malam itu kami menginap lagi di Pinang mas.

Hari kedua

Banyak tamu yang berkunjung di rumah kakak ipar, jadi rencananya kami akan di antar ke rumah mertua sore hari. Saya gunakan kesempatan ini untuk istirahat, setelah seharian kemarin keliling kota Palembang. Tidur, makan, ngobrol, makan lagi, tidur lagi, ngemil – ngemil. Proses penggendutan pun dimulai sodara-sodara J

Menjelang magrib kami diantar ke rumah mertua di 11 ilir setelah sebelumnya mampir dulu ke rumah saudara. Disuguhi pempek kulit yang garing, renyah, kriuk kriuk, uenak bingiiit. Ga ada malunya saya sampai ngabisin hampir setengah piring. Beneran enak banget pempek yang garing seperti ini. Prinsipnya jangan pake malu, karena kalau makannya malu-malu bakalan nyesel. Untungnya urat malu ada 17, ilang satu masih ada 16 hihihihihi

Hari ketiga

Hari ketiga ini kami ada di rumah abah dan nenek yang  menerima banyak tamu . Jadi tidak bepergian ke mana-mana. Sorenya baru jalan-jalan ke rumah teman mertua semasa haji tahun 2017 yang lalu. Sambil menemani mereka reunian, team hore menghabiskan makanan yang disuguhkan. Kanaya dan Kaysan senang sekali karena pempeknya unik, ditengahnya ada sosis. Ludes satu piring, karena emaknya ikutan nyomot juga berkali kali. Setiap rumah yang kami kunjungi memang hampir selalu ada pempek, tapi pempeknya  punya ciri khas tersendiri.  Jadi tidak pernah bosan dan selalu tertarik mencicipinya.

Malamnya kami menginap di rumah kakak ipar yang lain, di daerah Borang. Berbeda dengan rumah mertua yang ada di pusat kota, rumahnya lebih sejuk karena masih banyak kebun.

Hari keempat

Hari ini saatnya piknik bersama keluarga besar. Menggunakan dua mobil kami berkunjung ke GOR Jakabaring dan tempat wisata hutan pinus Punti Kayu. Palembang sedang mempercantik diri karena sebentar lagi akan ada hajatan Sea Games di sini. Pembangunan LRT sudah hampir selesai dan GOR nya juga sedang diperbaiki. Waaaaah ternyata GOR Jakabaring ini bisa dijadikan tempat wisata. Tempatnya nyaman dan teduh untuk bersantai bersama keluarga. Saat akan foto di depan stadion, kami diusir beberapa satpam karena menginjak rumput. Uppps maapkeun, saking semangatnya lihat berbagai ornamen lucu dan unik. Kami juga mengunjungi tempat untuk olah raga air yang bagus sekali warna airnya biru seperti di laut dan  ramai sekali seperti di Ancol. Beberapa pengunjung menggelar tikar dan duduk duduk menikmati angin sepoi sepoi. Kami tidak lama di sana setelah menjelajah beberapa lokasi langsung keluar menuju Punti Kayu. Panasnya bo’ mentereng banget.

Setelah berpanas-panasan di Jakabaring kami ke Punti Kayu yang adem dan teduh karena dikelilingi pohon pinus. Senangnya di tengah kota yang padat dan panas masih ditemukan hutan yang indah seperti ini. Kami langsung gelar tikar dan makan bersama di bawah pohon. Nah ini baru namanya piknik beneran karena ada makan-makannya bekal dari rumah.

Ada beberapa wahana yang bisa dikunjungin tapi harus bayar tiket lagi. Sayangnya masih jarang ditemukan tempat sampah jadi hutan yang indah ini terlihat kotor karena sampah berserakan di mana-mana. Kami sampai sore di sana karena menunggu anak-anak antri  Flying Fox. Setelah pengunjung berkurang mulai bermunculan lah kera-kera yang entah dari mana datangnya, mengambil sisa makanan yang ditinggalkan pengunjung.

Pulang dari Punti Kayu kami mampir makan martabak Har. Yeaaaaay…. ini makanan favorit saya, kuahnya itu lho bikin pengen nambah terus. Enaaaaaaaak banget. Meskipun makannya harus cepat karena gantian sama pak suami gendong Kaysan yang engga mau anteng.

Hari kelima

Hari ini Kami akan berwisata religi ke museum Al Quran raksasa di Palembang. Lokasinya agak jauh dari pusat kota. Karena pas banget jam makan siang, kami mampir dulu ke rumah makan pindang Meranjat  Syafiq di Musi 2. Makannya kurang tenang karena lokasinya dikelilingi kolam yang sebagian tidak berpagar. Si bocah 2 tahun senang banget main di pinggiran kolam, bikin emaknya jantungan.

IMG20180620122805

Setelah kenyang, kami menuju museum Al Quran Raksasa. Jalanannya agak terjal dan sedikit macet. Sampai lokasi, ternyata sudah penuh pengunjung. Saya berpikir namanya museum pasti ber AC dan nyaman, ternyata situasi di dalam sangat panas dan pengap, mungkin karena banyaknya pengunjung. Kami tidak tahan juga berlama lama di dalam. Setelah foto ala kadarnya kami langsung cuuusss pulang.

Hari keenam

Hari ini adalah hari terakhir kami di Palembang, sejak pagi saya sudah packing oleh oleh baju kotor . Biasalah kalau bepergian begini kan yang paling repot emaknya, memastikan baju terangkut semua dan merapikan barang bawaan. Setelah beres packing, saya belajar membuat pempek dengan adik ipar yang sudah mahir sekali membuat pempek yang endeus. Langsung terjun membuat pempeknya sih engga, hanyak menyaksikan dan mendokumentasikan step stepnya saja. Insya Allah nanti di Bekasi tinggal praktek. Dengan catatan kalau enggak males yaaah, hihihihi.

IMG20180621164241

Sorenya kami menuju bandara Sultan Mahmud Badaruddin II untuk terbang ke Bekasi, diantar keluarga besar. Hiks hiks…sedihnya harus berpisah.

Alhamdulillah enam hari yang menyenangkan dengan membawa banyak cerita dan oleh-oleh *eh.

See you next time Palembang

IMG20180621193808

Tinggalkan komentar »

Idul Fitri 1 Syawal 1439 H

Late post

Lebih baik telat daripada telat banget

^____*

Terima kasih tripod, akhirnya bisa foto keluarga juga

1529046727029

_Kami sekeluarga mengucapkan ;_

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H

Taqabalallahu Minna wa Minkum
Shiyamana Washiyamakum

Semoga Amal Ibadah kita di bulan Ramadhan ini mendapatkan RIDHA Allah Subhana wa ta’ala dan dosa-dosa kita diampuni-NYA

Aamiin Ya Robbal Aalamiin

Rina & Keluarga

 

Tinggalkan komentar »

Islamic Book Fair 2018

IMG-20180422-WA0032-01Islamic Book Fair adalah acara yang selalu saya tunggu setiap tahun. Setelah dua tahun tidak berkunjung karena hamil dan melahirkan Kaysan, akhirnya bisa ke sini lagi. Pas banget abis dapet arisan jadilah yuuk cuus berburu buku diskonan. 😃😃
Rencana awal, saya dan suami saja yang akan berangkat naik motor karena engga tahan sama tol Cikampek yang akhir akhir ini uwoooooow banget macetnya. Tapi kemudian berubah rencana mau coba naik kereta dan akhirnya juga mengajak Kanaya.
IBF 2018 diselenggarakan di JCC, terakhir kali ke IBF lokasinya masih di istora dan baru kali ini saya ke Senayan naik kereta dari Bekasi. Saya cari informasi di google banyak yang menyarankan naik kereta lalu nyambung naik trans Jakarta. Tapi engga dijelaskan turun di stasiun mana. Akhirnya nekad aja turun di Juanda dan naik Trans Jakarta yang ke Harmoni lanjut lagi yang ke Blok M dan turun di Benhil. Dari sini saya lewat jembatan yang puanjaaaang banget menuju koridor Trans Jakarta di Gatot Subroto lalu lanjut naik jurusan Grogol lalu turun di Jcc naik jembatan lagi menuju lokasi IBF. *encok dah eike 🙂
Kalau Kanaya senang banget naik turun Trans Jakarta, saya mah cuma ngurut betis aja, nah kalau ayahnya langsung beli mie ayam pas turun dari jembatan penyeberangan JCC. Lafaaaaar….. 😄😄😄
Sampai lokasi ternyata sudah rame banget , apalagi berbarengan dengan pameran perhiasan dan fashion show. Satpam langsung mengarahkan ke tempat IBF saat kami melewati pameran perhiasan. Hahaha iyah pak, wajah kucel, ngos ngosan dan keringetan gini gak mungkin kan yah datang ke pameran yang high class gituh.

PhotoGrid_1524982892911

Baru tau ternyata sekarang untuk masuk ke IBF harus beli tiket. Tiketnya murah sih hanya Rp. 5000 seorang, dibawah usia 2 tahun gratis. Tapi saat masuk tiketnya tidak ditanyakan oleh petugas mungkin dia lelah dan bingung karena melihat pengunjung sebanyak itu. IBF tahun 2018 ini hanya berlangsung selama 5 hari dari tanggal 18 sampai 22 April. Jadi mungkin ini salah satu penyebab antriannya mengular selain memang karena saya datang pas hari Sabtu. Sebagian besar pengunjung itu berasal dari rombongan sekolah jadi kebanyakan anak – anak. Senang sih artinya minat baca anak-anak sudah mulai tumbuh ya. Saya perhatikan di stan buku cerita anak-anak paling banyak diserbu. Tidak lupa kalau beserta orang tua pasti ada drama drama kecil karena si anak maksa beli dan orangtua sibuk membujuk supaya beli buku yang lain saja. Iyaaaak betul, itu sih dramanya saya dan Kanaya hihihihi. Dia antusias banget pilih pilih buku sedangkan budget yang saya anggarkan harus prioritas ke buku lain. meskipun bukunya tetap untuk Kanaya juga. Semua yang saya beli memang buku untuk anak-anak, buku untuk dewasa hanya beli satu itupun titipan mama saya. Jadi tahun ini saya pura pura engga ngeliat buku-buku idaman semua budget buku prioritas untuk Kanaya. *tutup mata pake daun pisang. 😆.

PhotoGrid_1524983068761

Saat saya datang ada acara launching buku penulis favorit saya Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia. Kursinya penuh, sebagian besar menyimak sambil berdiri. Engga terbayang penuhnya kaya gimana saat ada Ust Abdul Somad di hari Kamis. Tadinya saya mau datang hari Kamis ternyata tidak jadi karena sesuatu hal.

 

Menurut saya penyelenggaraan IBF di JCC ini kurang greget dibandingkan saat di Istora. Stannya kurang banyak, area untuk beristirahat juga sedikit. Tapi yang paling menyenangkan tempat sholatnya luas, tempat wudhu banyak dan lokasinya dari jalan raya tidak terlalu jauh. Saya tidak tahu dimana lokasi kantin atau penjual makanan kecuali cafe di depan panggung utama. Alhamdulillah setiap ke IBF saya selalu bekal makanan jadi tidak kelaparan. Sambil menunggu Kanaya melukis cookies di Kids Zone kami makan siang. Kids zone ini juga saya baru tau kalau sekarang ada, sebelumnya seingat saya sih tidak ada. Jadi kalau lewat sini dan bawa anak dijamin anaknya nangis minta mampir. Ada berbagai wahana, seperti membuat kerajinan tangan, panahan, play ground,robotic dll. Ada juga panggung yang menampilkan bintang tamu. Tiketnya beli lagi dengan harga berbeda sesuai wahana pilihan.
Senangnya bisa berkunjung ke IBF 2018, kalau mau menuruti nafsu rasanya pengen berlama lama di sana *kekepindompet.
Sampai jumpa di IBF 2019.
Insya Allah

 

Tinggalkan komentar »

Wisata Keluarga di South Lake Mutiara Gading City

south lake mutiara gading city.jpg

Sabtu pagi yang cerah nan benderang tetiba pak suamik ngajakin jalan-jalan. Kanaya langsung teriak… berenaaaaaang….Seketika bundanya langsung tereak, ogaaaaaaah, kalau berenang mamaknya cuma kebagian jagain tas sama mandiin anak-anak doang. Negosiasi mau kesana mau kesini gagal semua dengan berbagai pertimbangan. Tetiba saya teringat Kanaya pengen banget Flying Fox di South Lake dimana waktu itu pas acara di sekolahnya engga bisa naik karena hujan lebat dan antriannya panjang. Okelah kita ke South Lake yang wahananya komplit dan pernah baca juga  tempatnya bagus .

Cuuusss….. tanpa liat Google Map lagi rombongan haus piknik meluncur naik kuda beroda dua. Dengan yakinnya saya bilang ke pak suamik, deket kok di mutiara gading timur, perumahan sebelah yang jaraknya palingan cuma 1 km. Sampai sana kami tanya tukang parkir dan dia bilang kalau di dalam perumahan memang ada danau dan ternyata setelah mengikuti petunjuk, danaunya tertutup ecek gondok, kotor dan banyak tukang jualan sayur, perabotan serta aneka jajanan. Waaah kayanya salah nih, tanya-tanya lagi ke penjual yang ada di situ hampir semua yang ditanya wajahnya bingung saat saya tanya lokasi South Lake. Apaan tuh sot lek ? Baru denger . Kanaya yang saya tanya dimana lokasinya bilang engga tau deh bun waktu itu kan aku tidur di bis. Eaaa…

Akhirnya saya buka mbah google dan uwooooww…… lokasinya masih jauh banget dan mutiara gading yang dimaksud belakangnya ada City nya. Bukan Mutiara Gading Timur seperti yang saya maksud. Merasa kurang persiapan, panas, naik motor dan jarak yang jauh membuat saya memutuskan untuk menyerah saja pulang ke rumah atau beralih ke tempat lain.  Tapi pak suami menolak karena melihat wajah Kanaya yang kecewa berat. Akhirnyaa….petualangan dimulai. Nyasar kesana nyasar ke sini. Meskipun berbekal google map tetap yah ada acara kesasarnya, masuk kampung keluar kampung, melewati kebun, sawah dan tanya-tanya orang di jalan. Bener deh ini namanya halan-halan yang belum jelas kapan sampainya.

Saya sudah tidak semangat lagi sebenarnya. Kalau tau sejauh ini  pasti persiapan lebih matang, mana saya engga pakai helm, anak-anak cuma pakai sandal. Uwel  uwelan berempat di atas motor. Belum sampai tujuan tenggorokan saya sakit, mulai radang karena alergi debu. Tetapi melihat anak-anak senang, hati saya luluh juga, berusaha untuk menikmati perjalanan.

Alhamdulillah saat punggung mulai encok, kepala cekot cekot kami sampai juga ke  tujuan. Setelah nyasar kesana kemari dan menemukan lokasi yang dituju itu rasanya seperti lagi lapar berat terus ketemu indomie kari ayam yang dikasih cabe rawit. Cliiiing, hati rasanya plong.  *Sungguh perumpamaan yang aneh banget 🙂

Lelahnya perjalanan terbayar dengan tempatnya yang lumayan asri, banyak taman, wahana outbond, danau dan tempat ngadem yang kalau inget perjalanan ke sini bikin engga mau pulang. Lokasi South Lake Mutiara Gading City  ini ternyata sudah hampir dekat ke Jakarta. Sebagian besar pengunjung berasa dari sekolah-sekolah Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Lokasi tepatnya di Babelan, Bekasi Utara. Tiga puluhan tahun tinggal di Planet Bekasi baru kali ini saya menginjakkan kaki di Babelan. Udah sering dengar namanya dan akhirnya takjub sendiri kok bisa bisanya terdampar sampai sini. Baru percaya ternyata Bekasi itu luaaaaaaaas banget dan tempat di pelosok seperti ini alhamdulillah ada di peta. Terjangkau jaringan berbagai provider internet, ada juga indomaret dan alfamartnya 😆.  Selama ini kan kalau pada becanda, tentang tempat-tempat tertentu di Bekasi selalu diiringi pertanyaan, apa wilayahnya ada di peta ?. 😁😁 Ayo yang suka pada ngeledekin main sini ke Bekasi dan rasakan sensasinya….halllah.

Harga tiket saat weekend Rp.40.000 dan untuk usia di bawah 3 tahun gratis. Tiket sudah termasuk semua wahana seperti outbond, kereta, perahu, flying fox, playground, sepeda tandem plus dapet konsumsi juga dengan berbagai pilihan makanan. Buat yang suka foto-foto banyak spot bagus yang instagramable. Waktu kami datang pengunjung masih sedikit jadi agak leluasa untuk foto-foto. Sayangnya toilet dan musholanya cuma seuprit jadi kalau pas waktu sholat terasa sempit. Ada juga binatang rusa, dan kelinci lengkap dengan rumah-rumahnya yang jadi pusat perhatian anak-anak. Saya lihat sedang ada pembangunan wahana baru tapi enggak tau itu wahana apa.

Kami istirahat sambil makan siang dekat danau yang posisinya tidak jauh dari toilet dan mushola. Tapi harus ekstra ketat pengawasan karena Kaysan pengennya nyemplung aja ke air. Penjual makanannya diberikan tempat di perahu-perahu kecil di pinggir danau, jadi kalau kita mau pesan makanan turun dulu ke perahu dan menyerahkan tiketnya. Alhamdulillah kenyang dan ngantuk, apalagi angin sepoi-sepoi di pinggir danau yang adem, rasanya kepengen banget tiduran di rumput. *bantalmanabantal.

Sekitar 3 jam kami di sana leyeh-leyeh dan  mencoba semua wahana. Sebenarnya wahananya tidak terlalu banyak, tapi lumayanlah buat menyenangkan hati anak-anak dan menghibur hati emaknya 🙂 . Meskipun kalau dari tempat saya tinggal lokasinya lumayan jauh, tapi tempat ini cukup menarik untuk dikunjungi. Salah satu yang menyenangkan buat saya, dengan berkunjung ke South Lake ini blog yang tadinya pingsan karena tidak pernah ditengokin, akhirnya kini bersemi kembali 🙂

4 Komentar »

Ayo Bawa Bekal

bekal, bento, bekal sekolah

Yeeaaayyy…. Setelah sekian purnama ingin menulis tentang dunia perbekalan sekolah dan selalu ada saja kendalanya,  akhirnya bisa kesampaian juga.

Sebenarnya saya sudah menuliskan tentang bekal sekolah sejak Kanaya masih di Play Group. Saya rutin mencatat aktivitas pagi hari saat menyiapkan bekal di www.episodekanaya.blogspot.co.id. Foto masih seadanya, bento juga ala kadarnya, waktu itu cuma satu tujuannya supaya Kanaya semangat makan, karena yaaa begitulah…… saya nyaris putus asa menghadapi pola makannya Kanaya. Alhamdulillah sejak bekalnya dibuat menarik, dia jadi mau makan meskipun tidak banyak. Sampai TK A dan TK B saya hanya sesekali saja membawakannya bekal dengan bentuk-bentuk yang lucu karena di sekolahnya tidak wajib bawa bekal.

Saat Kanaya masuk SD saya mulai berpikir lagi untuk membuat bento karena ada jam makan siang dan jam ngemil makanan ringan. Sebenarnya ada catering di sekolahnya tapi saya lebih memilih membawakannya bekal . Setiap ibu punya alasan masing-masing kenapa memilih catering atau bawa bekal dari rumah, tapi yakinlah semua pilihan itu pasti ujungnya ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Jadi engga perlu berdebat lah yaaa… 🙂

 Kalau buat saya, membawakan bekal dari rumah itu alasannya emak-emak banget, lebih hemat *kekepindompet, alasan selanjutnya  bisa jadi bonding antara ibu dan anak. Apalagi Kanaya memang tidak banyak makannya dan sebagian besar menu dari catering kurang cocok, daripada cuma sedikit yang dimakan dan dia jadi bad mood lebih baik bawa bekal dari rumah. Tapi saya juga tidak saklek, pernah beberapa kali dia ikut catering sekolah karena ingin seperti teman-temannya.

bekal, bento, bekal sekolah naya 1

Bikin bekal sekolah itu ribet enggak sih bun ?

Yaa ribet lah…hehehe

Tapi bukankah urusan ribet bin repot ini memang sudah jadi makanan ibu-ibu dengan anak yang masih piyik piyik ? eeeh apa saya aja yah yang merasa begitu. :))) Tapi meskipun agak repot sedikit, membuat bekal itu menyenangkan lho.

Saat membuat bekal untuk Kanaya di PG saya masih  bekerja full di kantor,  memang agak pontang panting karena berkejaran dengan waktu berangkat kerja. Sekarang sudah full di rumah dan masih pontang-panting juga karena menyesuaikan dengan jam berangkat sekolah Kanaya. Sebelum pukul 6.30 bekal sekolah plus snacknya sudah harus siap. Biasanya malam harinya saya sudah diskusi dengan Kanaya mau bawa bekal apa dan kalau tidak ketiduran saya menyiapkan keperluan untuk pagi hari jadi tidak terlalu repot.

 Kondisi pagi hari di rumah saya itu tidak bisa diprediksi kadang lancar jaya tenang adem dan bersahaja 🙂 .Tapi kadang penuh dengan drama brama kumbara. Kaysan adiknya Kanaya masih menyusui, kalau dia ikutan bangun saat emaknya bangun, selesai sudah urusannya. Bikin bekal jadi lebih lambat karena harus disambi menyusui, kadang bikin bekal juga sambil menggendong. Kadang enggak minta menyusu atau digendong, tapi gelas pecah dua.  Yaaah begitulah hebohnya suasana rumah di pagi hari.

 Alhamdulillah di rumah ada ibu saya yang membantu mendamaikan kerusuhan di pagi hari. Beliau yang memasak, saya yang  menyusun makanan di kotak bekal. Kalau Kaysan lagi anteng saya juga ikutan masak. Pokoknya berkolaborasi di dapur mengerjakan apa saja supaya beres urusan bekal dan sarapan. Daaaan juga urusan perpotoan tentunya. Bekal beres, saatnya foto-foto dong. Ini juga jarang banget lancar jaya seringnya heboh karena Kaysan keburu ngambek pengen ngacak – acak makanan. Jadi saya pakai jurus kilat pasang alas foto, taroh kotak bekal, susun secepatnya dan cekrak cekrek. Hasilnya ala kadarnya yang penting ada dokumentasi dan buat menuh-menuhin timeline di sosmed. 🙂

bekal, bento, bekal sekolah naya3bekal, bento, bekal sekolah naya2

Dari pamer pasang foto bekal Kanaya di sosmed ini ternyata banyak respon. Rata-rata bertanya gimana sih buat bekal sekolah yang praktis, itu lauknya gimana bikinnya, kok bisa bikin bento kaya gitu gimana caranya. Ada yang japri minta diajarin secara privat. Nanya – nanya beli bento tools dimana ( langsung lah di kasih tau toko online saya di IG @bunda.2ka ) maapkeun iklan dikit 🙂

Dari pertanyaan-pertanyaan itu saya terinspirasi untuk membuat sedikit tips dan trik (tsaaah….) membuat bekal bagi pemula. Jadi ceritanya seorang pemula bikin tips ngebento buat pemula juga. Saya engga terlalu pintar yah membuat bekal yang unik dan lucu-lucu, ini semua berdasarkan pengalaman selama ini saja.

  • Sebaiknya di malam hari tentukan besok pagi  mau membuat bekal apa supaya tidak bingung dan malah banyak bengong di depan kulkas. Ini mah saya banget hehehe. Kalau mau membuat bento karakter bisa juga disiapkan bentuk mata, hidung dll. Kalau buat saya yang amatiran, membuat bento yang agak rumit itu di bagian kecil-kecilnya.
  • Tidak punya bento tools ? jangan langsung bingung ah bun. Bikin bento tanpa alat itu bisa banget. Untuk nasi biasanya saya kepal dan dibentuk sesuai keinginan, asalkan nasinya hangat dan jangan terlalu keras. Supaya memudahkan membuat bentuk, gunakan plastik cling yang tipis itu yang biasa untuk menutup makanan. Kalau pakai plastik kiloan bisa juga. Tapi pengalaman selama ini pakai plastik yang tipis itu memudahkan sekali membentuknasi sesuai keinginan.
  • Bentuk mata dan mulut dengan nori puncher, kalau enggak ada pakai gunting saja. Nori bisa diganti dengan sawi atau daun-daunan yang warnanya gelap. Pakai puncher pun belum tentu hasilnya bagus, kadang norinya sobek atau malah nyangkut di punchernya. Nah itu biasanya punchernya sudah tidak tajam. Kalau ada waktu luang pertajam dengan aluminium foil.
  • Untuk membuat karakter hewan, tumbuhan atau lainnya bisa menggunakan egg sheet. Caranya pisahkan telur kuning dan putih masing2 beri maizena yang sudah dicampur air. Maizena bisa juga diganti susu. Bumbui dengan garam dan sedikit lada lalu kocok pelan menggunakan sumpit  supaya hasilnya mulus. Setelah disaring, dadar menggunakan api dengan nyala kecil, tidak perlu dibalik yaah, setelah jadi  langsung deh dibentuk atau dicetak sesuai keinginan. Egg sheet ini sangat membantu kalau saya lagi kehabisan ide membuat karakter dari nasi. Tinggal nasi di susun di kotak bekal dan atasnya dikasih egg sheet yang sudah dibentuk.
  • Untuk sayur dan lauknya saya pilih yang praktis tapi tetap memperhatikan gizinya. Praktis disini artinya memudahkan anak juga saat makan, karena jam makan di sekolah Kanaya tidak lama dan Kanaya kalau makan tidak bisa cepat, makanya lauk dan sayurnya biasanya saya pilihkan yang langsung haaap masuk mulut. Kalau ikan atau ayam saya suir-suir dulu atau sayurnya sekaligus ada di lauknya seperti dadar telur  yang didalamnya ada irisan sayuran, jadi anti ribet kan.
  • Kalau bisa membeli hiasan-hiasan bento yang lucu-lucu silahkan, tapi kalau tidak ada bisa kok dibuat sendiri. Seperti food pick kita bisa buat dari tusuk gigi yang bagian atasnya dikasih bendera warna warni dari kertas kado atau garpu kecil-kecil yang biasa untuk birthday party. Kalau Kanaya malah tidak suka dengan hiasan bento yang terlalu banyak,  kata dia ribet makannya bun…. Alhamdulillah iriiit ga perlu banyak-banyak hiasan bento.
  • Untuk membuat bentuk tertentu kita bisa buat polanya dulu di kertas. Seperti  saat saya membuat roti tawar dengan bentuk dress. Saya gambar dulu dressnya di kertas kemudian roti saya bentuk sesuai pola. Beuuuh berasa tukang jait yaah.
  • Untuk pewarna makanan, sebaiknya gunakan yang alami, seperti nasi hijau dari pandan, nasi kuning dari kunyit, nasi biru dari bunga teleng. Cara memasaknya persis seperti masak nasi uduk. Masukkan beras yang sudah dicuci ke dalam magic com, kasih air, santan, pewarna alami dan bumbu2 sesuai selera. Jangan lupa tombol cooknya dipencet yaaa….
  • Setelah nasi beres tinggal dibentuk sesuai keinginan. Jangan takut hasilnya jelek bun, apapun hasilnya pasti anak-anak suka karena merasa istimewa dibuatkan bekal khusus oleh ibunya. Kalau sudah lama nguprek di urusan perbentoan ini, nanti akan lihai dengan sendirinya karena banyak belajar dari pengalaman. Saya yang sudah hampir 3 tahun juga masih terus belajar kok.

Nah, itu dia beberapa tips membuat bekal untuk sekolah anak. Semoga pengalaman saya bersama bekal-bekal Kanaya dapat bermanfaat dan menginspirasi yaaa..

Selamat berkreasi di dapur ya bun……

bekal, bento, bekal sekolah naya

 

9 Komentar »

1 Syawal 1438 H

1498392059437

_Kami sekeluarga mengucapkan ;_

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H

Taqabalallahu Minna wa Minkum
Shiyamana Washiyamakum

Semoga Amal Ibadah kita di bulan Ramadhan ini mendapatkan RIDHA Allah Subhana wa ta’ala dan dosa-dosa kita diampuni-NYA

Aamiin Ya Robbal Aalamiin

Rina & Keluarga

Tinggalkan komentar »

Fotografi dengan Smartphone

fotografi dengan smartphone

Sejak malas buka Facebook karena banyak huru hara, saya malah jadi rajin mengunjungi Instagram. Awalnya banyak follow selebgram yang sering mendekor rumah dengan cara DIY. Saya yang senang banget dengan dekorasi rumah dan kerajinan tangan jadi makin betah di IG. Mulai deh coba bebenah rumah dan membuat printilannya dari barang-barang bekas.

Waaaah foto hasil DIY nya selebgram cakep cakep banget. Setelah tertarik dengan DIY nya sekarang malah tertarik bagaimana bisa foto sebagus itu. *emakemaklabil.

Berhubung saya enggak punya kamera canggih yang harganya bisa bikin kepala nyut nyutan dan cuma punya kamera hp, jadi saya maksimalkan apa yang saya punya. Mulailah atas nama penasaran hampir tiap hari saya ngubek ngubek google untuk cari tau bagaimana teknik foto yang baik, terutama foto dengan menggunakan smartphone. Cusss langsung praktekin foto apa saja yang ada di rumah.

Dengan pede tingkat kecamatan saya upload hasil cekrak cekrek di IG. Eeh kok banyak yang DM bilang foto saya bagus. Malah ada yang minta diajarin segala. Hahaha gimana mau ngajarin lha ini aja engga tau benar apa salah. Pokoknya prinsipnya foto enak dilihat sama mata saya, entahlah mata orang lain.

Untuk lebih meyakinkan bahwa teknik foto menggunakan smartphone ini benar atau tidak, saya ikutan workshopnya mba Arriana, salah satu selebgram yang IG nya selalu saya kepoin. Beliau ini enggak pelit berbagi ilmu, kadang sering share behind the scene foto-fotonya dan yang paling senang kebanyakan fotonya pakai smartphone juga seperti saya.

Workshop diadakan di resto Kayu Tjokelat Bekasi. Pesertanya engga banyak, kalau buat saya sih senang aja peserta sedikit karena engga terlalu ramai. Saat saya datang, mba Arriana sudah datang juga dengan perlengkapan foto yang kumplit dan membawa dua jagoannya. Senangnya ketemu selebgram yang selama ini cuma lihat di IG. Beliau ini orangnya seru, ramah dan sabar. Saya yang memang penasaran dengan dunia fotografi ini bawel banget tanya-tanya terus tapi dijawabnya dengan lugas.

Ini dia beberapa hal yang saya rangkum saat workshop kemarin :

1. Faktor utama dari fotografi adalah pencahayaan. Semakin baik cahayanya, makin baik hasil fotonya. Cahaya yang paling bagus itu adalah cahaya alami dari matahari. Usahakan kalau foto di samping jendela, dekat pintu atau teras antara jam 8 sampai jam 11 siang. Jangan foto jam 12 siang karena cahaya terlalu keras dan banyak bayangan. Gunakan reflektor untuk memantulkan cahaya supaya lebih merata. Bisa menggunakan kaca, stereofoam, atau aluminium oil yang diletakkan berseberangan dengan sumber cahaya. Boleh foto di dalam ruangan asal menggunakan lampu sorot atau lampu meja yang langsung menyinari objek dengan bantuan difuser supaya jatuhnya cahaya lebih merata. Buat tukang foto amatiran kaya saya sih lebih senang pakai cahaya alami, engga ribet. *emakantiribet.

2. Jangan menggunakan zoom ya, kalau mau lebih detail obyeknya dekatkan saja kameranya. Fungsi zoom pada kamera hp akan menurunkan resolusi foto dan membuat foto jadi tidak tajam.

3. Saat akan foto produk atau obyek apapun kita harus menentukan tema dan siapkan properti sesuai tema. Misal mau foto bros, maka propertinya bisa jilbab, baju dll yang berhubungan dengan bros. Jangan tiba tiba ada palu di dekat bros kan engga ada hubungannya. Usahakan foto yang akan ditampilkan itu menceritakan sesuatu.

4. Tentukan angle yang akan digunakan. Misal untuk foto breakfast atau story telling sebaiknya pakai angle flat lay, foto diambil dari atas. Untuk foto makanan yang banyak topingnya seperti pizza, bisa diambil dari atas untuk memperlihatkan detail pizza. Tapi kalau foto botol atau benda yang tinggi atau digantung sebaiknya menggunakan eye level atau yang sejajar dengan mata. Bisa juga menggunakan angle 30 derajat untuk mengambil foto makanan, bros, jepit dll.

5. Background foto juga sebaiknya tidak terlalu ramai dan warnanya tidak bertabrakan dengan obyek foto. Warna yang paling aman itu hitam atau putih bisa juga menggunakan motif kayu dengan warna yang natural.

6. Setelah cekrak cekrek foto kita percantik dengan proses editing. Foto yang siap diedit itu adalah foto yang memang sudah bagus karena teknisnya sudah benar. Jadi bukan foto amburadul yang disulap menjadi foto yang keren. Kalau cara pengambilan fotonya sudah tidak bagus kemungkinan juga akan sulit diedit karena hasilnya tetap jelek. Aplikasi edit foto untuk android banyak tersedia di play store tinggal pilih mana yang paling mudah. Saya pernah membahasnya disini. Tidak perlu menggunakan semua fitur yang ada di aplikasi foto, cukup gunakan brightness, contras dan saturation. Tapi jangan berlebihan juga karena hasilnya malah jadi aneh. Jangan lupa diberi watermark ya fotonya. Biarin deh diledekin, halaaah foto jelek aja pake dikasih nama, ga ada yang nyuri dah fotonya…. Gpp pede aja dikasih nama supaya kita menghargai hasil karya kita sendiri.

Nah… Enggak ribet kan foto foto pakai hp? Semakin sering berlatih semakin lihai kita menyusun style, mengatur cahaya dan makin pede untuk upload di sosmed. Untuk yang foto produknya buat jualan juga jadi makin laris jualannya karena fotonya keren dan pembeli jadi tertarik. Bisa juga untuk latihan foto, kita ikutan akun fotografi di IG yang setiap hari meminta kita foto dengan tema tertentu. Sekalian belajar foto juga dari para senior yang hasil fotonya cetttaaaar.

Selamat cekrak cekrek yaaah.

Ehh… Jangan lupa follow IG saya

@rinabundakanaya

@bunda.2ka

 

 

2 Komentar »

Dua Hari Keliling Bandung

Sebenarnya rencana ke Bandung ini terbilang dadakan. Saya ngobrol sama suami kepengen banget piknik, tujuannya ke Bandung pun asal nyebut aja karena pertimbangannya tidak terlalu jauh dari Bekasi dan biayanya murah meriah. Saat disampaikan ke adik, eeeh pas banget dia juga punya rencana ke Bandung tapi belum ditentukan waktunya. Klooop dech….

Saya langsung cari villa via mbah google karena rencananya mau menginap satu malam di daerah Lembang. Salah satu tempat yang akan dikunjungi adalah The Lodge Maribaya, makanya cari Villa di sekitar situ supaya lebih dekat. Tujuan pertama dari Bekasi ke Farm House baru setelah itu menuju Villa karena anak-anak dan keponakan menagih berenang. Paginya ke Maribaya dan langsung cuuuus ngubek ngubek kota Bandung. Begitu rencananya.

Pagi sekitar jam 7 pagi kami sudah menuju Bandung. Rombongan lenong terdiri dari satu lansia, 5 dewasa dan 5 anak-anak. Rameeeeee dan seru, termasuk ada rebutan tempat duduk, rebutan makanan dll. Sebenarnya saya agak khawatir akan macet panjang karena kami pergi di saat libur Nasional, tapi alhamdulillah mulai masuk Tol Cikampek sampai keluar tol Pasteur lancar jaya. Hanya sedikit tersendat saat akan memasuki Farm House. Sebelum pergi saya dan suami sudah mencari sebanyak banyaknya informasi mengenai jalanan dan tempat-tempat yang akan dikunjungi. Dibantu juga sama mbak GPS yang sabar ngasih tau kita jalan.

Sampai Farm House saya kira kami orang pertama  karena masih jam 8.30 sudah sampai sana. Ternyata  rameeeeee, meskipun parkiran mobilnya masih tidak terlalu padat. Bayar tiketnya saat kami masih di dalam mobil, dan tiketnya bisa ditukar susu. Tempatnya asyik banget, instagramable, dan banyak bangunan yang unik. Tapi harus ekstra mengawasi anak-anak karena lima bocah ini seperti lepas dari kandang. Pengunjungnya banyak tapi tidak sebanyak saat weekend sepertinya, jadi masih bisa lah foto-foto tanpa banyak figuran. 🙂

Ini dia beberapa fotonya

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Setelah puas di Farm House, kami menuju villa mengikuti rute yang sudah diberikan oleh pemilik villa. Lokasinya tidak jauh dari Farm House tapi  lumayan macet, ternyata sepanjang perjalanan menuju villa banyak tempat wisata, seperti De Ranch, Taman bunga, air terjun, resort dll. Jalanannya juga curam, berlubang dan melewati hutan. Sebelah kiri tebing dan kanannya jurang. Kami bertemu dengan sekelompok kera hutan yang bergelayutan di pohon-pohon pinggir jalan.

Sampai villa anak-anak langsung berenang sedangkan para orang tua makan siang. Setelah mandi dan sholat ashar, adik saya usul daripada bengong di vila, mendingan kita jalan-jalan wisata kuliner. Awalnya mama saya tidak setuju karena takut kalau harus melewati hutan tadi. Tapi kalah suara sama anak-anak dan cucunya, jadilah cuuus kita menuju kota Lembang untuk cari makanan.

Sebelum Isya kami sudah sampai lagi di vila dan istirahat karena besok pagi mau ke The Lodge Maribaya. Malam di Lembang tidak terlalu dingin tapi menjelang pagi semua berebut mencari selimut. Brrrrr,……. dingiiiin, saat matahari sudah muncul kami baru berani keluar vila dan jalan-jalan keliling desa. Subhanallah, kebun sayur memanjakan mata, hijau dan segar-segar.  Setelah antri mandi dan drama-drama kecil dengan anak-anak akhirnya kami berangkat menuju The Lodge Maribaya, sekitar 10 menit dari vila.

Sampai sana jam 8 dan pengunjung sudah ramai tapi loket penjualan karcis masuk baru buka jam 9. Jadi kami menunggu sambil foto-foto saja. Satu dua keponakan sudah mulai rewel dan saya pun jadi galau. Kalau melihat di google sih sebenarnya wahana di tempat wisata ini lebih  mengarah untuk dewasa, tidak recomended buat anak-anak. Waktu menunggu masih satu jam dan belum lagi antrian untuk wahananya. Berhubung ke tempat ini adalah ide saya akhirnya dengan lapang dada saya putuskan,  batal!!. Kecewa sih tapi saya engga boleh egois lah karena perginya kan rombongan.  Suami menghibur,  nanti kita ke sini lagi kalau anak-anak sudah besar yaaah. Hmmmmm…

IMG-20170404-WA0068IMG-20170404-WA0055

Kami langsung menuju ke kota Bandung lewat Dago yang jalanannya menurun dan curam. Tapi ternyata dekat saja karena tidak lama sudah masuk ke kota Bandung. Tujuan pertama alun-alun yang nge hits itu.  Tapi saat lewat kantor walikota,  anak-anak minta mampir gara gara Kanaya bilang,  iih ada ayunannya,  yang mana ternyata itu hanya halusinasinya dia aja.  Wkwkwk. Ketemu bis bandros di tempat itu tapi dapat informasi bis wisata itu tidak digunakan umum karena akan dipakai untuk tamu.  Yaaah…

Foto-foto sebentar di Taman Badak kami langsung menuju alun-alun dan sempat muter-muter cari tempat parkir yang ternyata ada di basement. Akhirnyaaa bisa nyelonjor juga di sini. Pengunjung tidak terlalu ramai tapi menurut info penjual bola,  kalau weekend padat pengunjung. Sebenarnya mau sekalian sholat Zuhur di mesjid alun alun tapi semua bilang lapaaaaar dan jam masih menunjukkan 11.00. Bingung mau cari makanan di mana akhirnya malah memutuskan sekalian aja ke Cihampelas karena keponakan mau beli kaos. Waaah keren banget Cihampelas sekarang karena penjualnya diberikan tempat di atas jalanan seperti fly over gitu dengan kondisi yang nyaman lengkap fasilitasnya ada toilet dan mushola juga.

Selesai makan,  sholat, belanja belinji dan beli oleh-oleh kami masuk lagi ke mobil. Di dalam mobil diskusi lagi mau ke mana,  mama saya sebagai ibu suri minta ke taman yang banyak jajanannya. Tapi anak-anak minta naik bis bandros yang ternyata bisa naik di daerah dekat gedung sate.  Saya lupa apa yah itu namanya.

Saat menuju ke sana tidak sengaja melewati taman Lansia.  Waaaah pas banget ini buat mama saya,  kami ngadem di taman yang rindang ini sambil makan bakso cuanki. Selesai istirahat, keponakan menagih janji naik bis bandros. Setelah tanya-tanya dengan tukang parkir akhirnya kami menuju lokasi sesuai petunjuk. Melewati beberapa taman yang teduh dan asri serta jalanan yang tidak ramai akhirnya ketemu taman yang ada dua robot di depannya. Anak-anak langsung antusias pengen turun, tapi kami hanya izinkan melihat dari dalam mobil karena khawatirnya akan lebih lama lagi. Ternyata di tempat itulah biasanya kita bisa naik bis bandros tapi setelah celingak celinguk kebingungan tidak ada satupun bandros yang nampak. Sementara langit mulai gelap dan sepertinya akan hujan lebat, terbayang kalau naik bis yang terbuka seperti itu kami akan basah kuyup kehujanan. Akhirnya pencarian bandros dibatalkan. Huuuuuuuu….. penonton anak-anak kecewa.

Bingung juga setelah ini mau kemana karena hari mulai sore dan mendung gelap tapi anak-anak menolak untuk pulang. Negosiasi alot di dalam mobil dan akhirnya keputusannya kita cari jalan menuju tol alias pulang. Jalanan sudah mulai macet dan gerimis mulai turun. Mampir dulu sebentar di tempat oleh-oleh karena saya mau beli klapper tart dan batagor.

Alhamdulillah perjalanan pulang lancar jaya hanya sedikit tersendat saat masuk tol Cikarang. Lelah sangat, apalagi saya dan suami bergantian memangku Kaysan yang sedang aktif aktifnya. Tapi senaaaaaang bisa jalan-jalan dadakan seperti ini. Ada yang nyeletuk, belum puas yah ke Bandungnya, kapan-kapan mau dong diajak lagi ke sana. Eeeeaaa….

4 Komentar »

DIY : Membuat Nomor Rumah dari Talenan

1490595786443

Sejak dunia pertalenan kayu wara wiri di Instagram, saya sudah gemeeeees kepengen ikutan bikin ini bikin itu. Apalagi pas lihat di pinterest, talenan kayu dijadikan hiasan dinding yang menarik. Banyak OLS di instagram menjual talenan kayu yang sudah dihias, tapi harganya enggak murah menurut kantong saya. Prinsip emak irit, kalau bisa bikin kenapa harus beli? *kekepindompet
Lalu muncul ide membuat papan no rumah dari talenan kayu, dengan teknik decoupage. Ini pertama kalinya saya membuat decoupage, sok pede banget sih sebenarnya, belajarnya cuma modal youtube aja. Beda banget dengan beberapa teman yang sampai ikut kursus decoupage. Saya mah nekat aja bikin sendiri.
Ternyata menyenangkan sekali lho membuat no rumah dari talenan kayu dengan teknik decoupage. Memacu adrenalin juga karena membuatnya sambil momong dua krucil yang berebutan kuas cat. Tkpnya di teras rumah, pas lagi mengeringkan cat, tetiba hujan turun dengan deras dan heboh sendiri menyelamatkan semua peralatan.

Berikut ini step by stepnya

Bahan dan alat yang dibutuhkan :
Cat akrilik
Lem
Vernish
Kuas (untuk cat, lem dan vernis)
Amplas
Tissu bermotif
Papan atau talenan kayu
Kayu atau kardus untuk no rumahnya. Seharusnya pakai kayu tapi saya tidak punya alat untuk membentuk angka dan huruf jadi saya coba pakai kardus dan dipilox hitam.

1490593205720

Cara membuat
Bersihkan dan haluskan talenan kayu kemudian di cat lalu keringkan. Ulangi dua kali supaya hasilnya lebih bagus.

1490593992693

Gunting tisu sesuai motif yang diinginkan kemudian tempel dengan lem. Lakukan dengan hati hati karena tisu gampang berkerut. Setelah kering oleskan lem di atas permukaan tisu yang sudah ditempel. Keringkan lagi.

Vernis permukaan tisu dengan menggunakan kuas dan keringkan.

1490594684189

Lalu pasang no rumah

1490594994777

Tarrraaaaaaa…… Jadi deh. Hasil yang saya buat masih jauuuh dari sempurna, karena kurang fokus sambil mengawasi anak-anak. Tapi alhamdulillah saya senang dan puas. Hasil bukan yang utama yang penting dibuat dengan bahagia eeaaaaa….

Yuuuk coba juga membuat decoupage
..

10 Komentar »

%d blogger menyukai ini: