Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Rumah Idaman

 

Sejak sebelum menikah aku selalu memimpikan punya rumah sendiri sebagai tempat tinggal.  Apalagi setelah menikah, memiliki rumah menjadi prioritas utama. Meskipun di awal menikah tentu saja harus jadi kontraktor terlebih dahulu. (kontraktor maksudnya ngontrak rumah heheh).  Aku dan suami mempunyai pemikiran yang sama, setelah acara pernikahan selesai, kami tidak akan lama tinggal di rumah orang tua dan sudah harus mulai berpikir akan tinggal di mana.

Saat sedang mencari rumah kontrakan, alhamdulillah ada teman suami yang menawarkan untuk sementara menempati rumahnya yang kosong di daerah Mustika Sari Bekasi. Kami tidak perlu membayar uang sewa, hanya membayar uang listrik dan iuran warga saja. Senaaaaang sampai koprol 7 kali, disaat membutuhkan , Allah menurunkan pertolongan. Jadilah aku dan suami memindahkan seluruh barang-barang dari tempat kost masing-masing.

Haduuuuh pusingnya melihat barang-barang sebanyak itu, belum lagi pemilik rumah juga tidak membawa semua barangnya. Benar ya sabda Rasulullah yang mengatakan menikahlah maka engkau akan kaya. Terbukti, sejak nikah aku jadi kaya, ember punya dua, sapu punya dua, piring jadi banyak. Maklum bawaannya anak kost segambreng, hehehehe

Target kami berdua selanjutnya adalah harus punya rumah sendiri maksimal setelah satu tahun pernikahan. Jadi mulailah kami bersemangat mencari rumah idaman dengan berbagai cara. Kadang datang ke pameran rumah, dapat informasi dari teman atau cara yang paling manual, jalan-jalan ke beberapa perumahan dan mencatat nomor telponnya jika ada rumah yang ingin dijual.

Bapak mertua yang mengetahui kami rajin mencari informasi rumah pernah bertanya, memang kalian punya uang berapa ?, aku dan suami kompak menjawab, tidak punya dan akhirnya sukses ditertawakan. Aku memang tidak punya uang cash untuk membeli tapi semangat untuk punya rumah sendiri mengalahkan segalanya….* eciyeee. Tapi masih waras kok kami enggak mau bayar pakai daun. Lagian sapa juga orang yang mau dibayar pake daun, situ mo dipentung *LOL

Yang ada di pikiran kami saat itu, cari aja dulu, insya Allah nanti Allah yang memberikan jalannya. Alhamdulilah, memang ternyata keyakinan yang kuat bahwa Allah akan menolong menjadi jalan untuk mendapatan solusi. Kami mendapatkan jalan keluar yang tidak disangka-sangka.

Saat proses pencarian rumah idaman ini, kami menetapkan beberapa persyaratan, diantaranya rumah harus menghadap timur, dekat dengan mesjid, dekat dengan Rumah sakit atau klinik, tidak melewati perlintasan kereta api dan yang paling penting sesuai budget.

Setelah beberapa bulan dalam pencarian akhirnya ada seorang teman ibuku yang menawarkan sebuah rumah di perumahan yang tidak terlalu jauh dari pintu tol Bekasi Timur. Saat pertama kali mengunjungi rumah itu, sebenarnya aku kurang tertarik karena kondisi rumah yang kelihatan tidak terawat, terbayang harus mengeluarkan uang banyak untuk merenovasi. Tapi ibu dan suamiku justru yang bersemangat.

Setelah didiskusikan, kami sepakat mengambil rumah itu. Banyak pertimbangan yang membuat aku akhirnya memilih rumah di lokasi ini. Semua persyaratan rumah idaman versi aku dan suami terpenuhi, hanya tinggal memikirkan bagaimana merenovasi. Sekali lagi ada saja jalan yang Allah bukakan untuk kami,

Satu tahun dua bulan setelah menikah , alhamdulillah target kami memiliki rumah sendiri (meskipun dengan cara kredit) terwujud. Saat itu tidak terpikir bagaimana mengisi rumah dengan perabotan, yang penting bisa pindahan aja dulu.

Saat pindahan, rumahku belum di cat jadi kalau kita bersandar di dinding, bajunya jadi ada bercak putihnya. Bahkan saking semangatnya pindahan, enggak sadar saat malam tiba, jendela tidak ada hordennya, jadilah kami sibuk menutup jendela dengan kain seadanya. Hihihii….

Sudah hampir 7 tahun aku tinggal di rumah ini, dan banyak kejadian yang mengesankan, salah satunya adalah kelahiran Kanaya yang aku tunggu selama 4 tahun. Alhamdulillah dikaruniai juga tetangga-tetangga yang baik hati. Aku tinggal di perumahan lama yang penghuninya kebanyakan adalah keluarga senior, jadi mereka sering menganggap aku adik atau anak sendiri.

Rumahku memang mungil, bahkan ada yg bilang sangat strategis (kamar mandi deket, dapur deket), tapi di rumah inilah aku akan merajut impian-impian bersama keluargaku. Membesarkan anak-anakku dengan kasih sayang dan insya Allah menua bersama pak Suami. Aamiin…aamiin ya Allah aamiin…

42 Komentar »

Sakit Gigi dan Buku Inspiratif

Yeaaay…… ngeblog lagi

*nyapu ngepel dulu yak, banyak debunya nih blog sudah lama ditinggal syuting penghuninya.

Ada yang pernah merasakan sakit gigi? Maknyuss endang tralala ya rasanya. Makanya aku ga setuju sama lagu dangdut yang judulnya lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. *bukan dangduters. Penciptanya pasti belum ngerasain betapa nyerinya sakit gigi sampai harus membandingkan dengan sakit hati. Tapi kalo boleh memilih sih enggak usah sakit gigi dan sakit hati juga. Hallah kok malah bahas lagu dangdut.

Jadi, ceritanya 3 minggu ini aku lagi bolak balik ke dokter gigi karena gigiku nyeri jika mengunyah. Kalau lagi begini, terasa banget deh nikmatnya gigi yang sehat. Ujian kesabarannya juga bukan hanya dirasa nyerinya, tapi juga biaya perawatannya yang lumayan mihil dan harus sabaaaaaar menunggu antrian yang panjang.

bun

Tapi ada hikmahnya, sambil mengantri aku bisa menyelesaikan membaca beberapa buku yang selama ini numpuk di rumah karena tidak sempat dibaca. Salah satu buku yang aku baca saat menungu antrian kemarin sore adalah buku Rembulan Cinta Seorang Bunda yang ditulis oleh Bunda Niken. Langsung aku selesaikan membacanya sampai halaman terakhir.

Buku yang berisi kumpulan tulisannya di blog http://www.bundalahfy.blogspot.com ini sebenarnya tidak terlalu asing bagiku, karena aku lumayan sering berkunjung ke blognya, meskipun sebagai silent rider. Tulisan mba Niken yang sarat dengan hikmah sering membuat aku merenung dan seperti diingatkan kembali untuk selalu berjalan dalam rel keridhoan Allah.

Cerita mba Niken tentang kesehariannya bersama kelima anaknya juga memberi kesan tersendiri buatku. Maluuuu rasanya , aku yang baru dikaruniai satu anak berusia dua tahun saja sering mengeluh karena kewalahan menghadapai segala permasalahan Kesabaran mba Niken menghadapai anak-anaknya ini yang akhirnya membentuk karakter anak-anak yang soleh dan solehah. Bisa diketahui dari cerita anak-anaknya yang sudah pintar menghadapi problem di lingkungan remajanya

Pengalaman mba Niken ini menjadi masukan yang berarti untukku dalam mendidik anak. Yang ingin aku tiru salah satunya adalah kepiawaiannya dalam berkomunikasi dengan anak-anak. Tidak semua orangtua bisa berdiskusi dengan anak-anak untuk bersama sama memecahkan persoalan.

Cerita yang paling berkesan buatku adalah di judul yang pertama tentang kepergian sang ibu tercinta untuk selama-lamanya. Langsung terbayang ibuku di rumah yang kasih sayangnya selalu tak pernah habis untuk anak-anaknya. Ibu itu seperti matahari cinta buat anaknya, kepergiannya pasti akan meninggalkan kegelapan, kesedihan dan luka yang mendalam. Aku terharu membaca kalimat-kalimat menyentuh yang mba Niken tulis di buku ini.

Fotor050175317

Intinya, buku ini bagus banget untuk menjadi inspirasi para ibu, meskipun bapak-bapak juga tidak terlarang membacanya. Cover bukunya juga menarik, terutama dominasi warna birunya, *pecintabiru,  meskipun sekilas agak terlihat gelap.

Hayuuk yang penasaran sama isi bukunya, langsung dipesan aja ya. Bisa melalui facebooknya atau berkunjung ke blognya.…..

41 Komentar »

Berpetualang di Curug Naga

Salah satu wisata yang saya sukai adalah wisata air terjun atau sering disebut curug. Sewaktu masih muda *eciyeeee….. dan lagi senang-senangnya berpetualang, saya paling sering pergi ke curug di sekitar Bogor bersama teman-teman. Dari sekian banyak curug yang saya kunjungi, Curug Naga lah yang paling berkesan buat saya.

10424_1221968837012_524329_n

Kenapa eh kenapa???? karena eh karena , ini kok jadi lagunya bang Oma tempatnya unik dan berbeda dari curug yang lainnya. Terletak di Desa Citamiang – Paseban, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, suasana curug ini sungguh membuat kita betah berlama-lama disana.

 

 

Untuk bisa sampai ke tempat ini kita harus menyusuri sungai sepanjang 100 meter. Bisa juga sih jalan memutar melalui tebing di atasnya, setelah sampai di atas kita loncat ke bawah. Iya bener…. loncat dari ketinggian. Awalnya ngeri sih , tapi sesudahnya malah ketagihan hehehe….

 

 

Setelah loncat dari tebing, kita bisa berenang di sungai itu sampai menuju air terjun. Airnya dingiiiin….. maknyus banget rasanya berendam di sungai yang airnya jernih. Batu-batuan di dasar sungai kelihatan jelas lho, biarin deh dibilang norak, emang norak sih saya soale tidak pernah merasakan kesenangan seperti ini di Bekasi. Yaaa iyaaalaaah….

 

 

Semakin mendekat kita ke arah air terjun, air sungai semakin dalam tapi semakin asyik buat berenang. Di tempat ini kita di wajibkan menggunakan rompi pelampung supaya lebih aman. Kalau berenang di kolam renang umum sih sudah biasa ya, tapi berenang di sungai yang jernih dengan suara deburan air terjun pasti memberi sensasi tersendiri.

9935_1234855199163_5840011_n

 

 

Di Curug Naga ini, sering juga digunakan untuk outbond. Memang sih tempatnya tidak seterkenal dan seramai Curug Cilember yang ada di sekitar Bogor juga, tapi justru saya lebih menikmati tempat yang agak sepi seperti ini. Bisa puas berenang dan menikmati indahnya alam ciptaan Allah

 

 

Untuk tempat beristirahat disediakan beberapa saung dan tenda-tenda yang posisinya di pinggiran tebing. Jadi kita bisa melihat-lihat pemandangan dan sungai yang mengalir di bawahnya. Kalau menginap di tempat ini jangan lupa pakai jaket yang tebal, soale udaranya kalau malam dingiiiiin banget.

10424_1226062539352_6441224_n

 

 

Buat Keke dan Naima yang sering berenang, tempat ini pasti cocok buat kalian, karena bisa puas berenang di alam terbuka. Jangan khawatir, meskipun tempatnya kelihatan ekstrim, tapi masih cocok kok buat anak-anak seusia kalian. Selamat berpetualang yaaa…..

1st Giveaway : Jalan-jalan Seru untuk Keke dan Nai

 

58 Komentar »

Dua Hadiah di Bulan April

 

Siapapun pasti senang kalau menerima hadiah, iya kan …kan..kan…… ^___*

 

Begitu juga diriku ini si pecinta gretongan. Makanya saat kemaren menang dua give away berturut turut rasanya itu sueeeneeeng banget secara klo ikutan kontes jarang banget menang. *kacian.

 

 

Hadiah yang pertama aku dapatkan dari teteh Dey Ibunya Fauzan, yaitu sebuah buku yang romantis abis. Judulnya Bunga Cinta Dua hati karangan teh Dey dan Bli Budi.

Menang give awaynya juga ajaib banget, waktu itu lagi online di Facebook dan baca status teh Dey yang mau ngadain kuis . Agak setengah maksa sih supaya kuisnya diadakan saat itu juga soalnya pas banget jam istirahat kantor, jadikan bisa ikutan. Tidak beberapa lama teh Dey beneran bikin pertanyaan dan hadiahnya buku itu. Alhamdulillah, emang rezeki yeeee…. aku berhasil menang.

 

 

Beberapa hari kemudian buku sampai di rumah, dan langsung dibaca karena penasaran sama isinya. Mau nge review serius buku ini rasanya enggak pede ya, karena enggak pinter-pinter amat nge review buku. Tapi cuma mau bilang aja kalau buku ini bagus banget buat bacaan ringan. Kalau aku suka karena memang cocok sama diriku yang romantis ini. *hooeeeekkk.

 

 

Buku ini terdiri dari Cerita Budi yang berisi cerita-cerita pendek dan Kata Dey yang isinya kumpulan puisi singkat. Di bagian cerpennya, ceritanya bagus-bagus tapi sayangnya ceritanya terlalu pendek dan alurnya terlalu singkat. Yaa namapun cerpen ya, klo panjang panjang mah cerjang, hihihi tapi tetap terlalu singkat sih menurutku….*tetep ngeyel.

 

 

Kalau puisinya teh Dey, aku suka juga. Pemilihan katanya banyak yang unik dan maknanya daleem banget. Aku ikut hanyut terbawa perasaan ketika membacanya. Enggak nyangka teh Dey seromantis ini, cuma satu kekurangannya , puisinya kurang banyak…. *minta dikemplang

 

 

Btw, makasih banyak yaaa hadiah bukunya….

 

PicMonkey Collage

 

Hadiah kedua didapat dari menang GAnya Felia. Aku cuma kirim puisi geje yang aku tulis saat milad kedua pernikahanku. Waktu itu enggak pede juga sebenernya karena lihat peserta yang lain bagus-bagus tulisannya. Tapiii namapun usaha ya, lanjut aja ikutan jadi peserta GAnya.

 

 

Alhamdulillah setelah beberapa minggu, aku dimention sama Felia bahwa aku menang GA dan diminta ngasih alamat. Horeeeeee….. Berhubung Felia ngirimnya jauuuh dari Aceh, hadiah GA baru akuterima setelah 2 minggu pengiriman.

 

 

Kanaya yang pertama menerima paket, heboh dikira itu paket mainan untuknya. Dia masih tidak percaya saat aku bilang ini hadiah buat bunda dari tante Felia. Saat paket kami buka bersama-sama dan ternyata isinya aksesoris, dia baru percaya :) tapi langsung minta dipakai braceletnya.

 

Senang deh dapet aksesoris banyak dari Felia, bagus-bagus pula dan buatan sendiri lho. Emang salah satu berkahnya ngeblog itu, dapet banyak teman , bisa silaturahim, plus dapet hadiah-hadiah keren

 

PicMonkey Collage

 

Alhamdulillah, makasih yaaaaa…..

 

38 Komentar »

Orang Tua Cerdas, Anak Berkualitas

 

Yeaaay… Seminar parenting lagi….

Setelah sebelumnya ikut seminar Menanamkan Pendidikan Karakter Model Rasulullah di Islamic Center Bekasi dan Be Smart With The Best Character di Pondok Hijau, aku ikutan lagi Seminar Parenting dengan tema Jadilah Orang Tua Cerdas Maka Anak Berkualitas. Acara berlangsung pada hari sabtu tanggal 6 April 2013 di Griya Wulan Sari Bekasi, penyelenggaranya Komite SDI Baabut Taubah. Pembicaranya Bapak Fauzan Ahmad dari Rumah Motivasi dan Inspirasi Indonesia (RUMI)

Tadinya sempat enggak jadi ikutan karena suami tiba-tiba ada acara di Bogor. Sebelumnya kami sepakat akan selalu menghadiri acara seminar parenting berdua, supaya ilmu yang terserap bisa dipraktekkan bersama. Tetapi akhirnya diputuskan berangkat juga karena sayang kalau enggak datang, temanya bagus. Apalagi ternyata dapet tiket gratis dan ada teman juga yang mau ikutan. * pecinta gretongan.

Acara dibuka oleh pak Fauzan dengan Ice Breaking yang banyak memberikan pertanyaan seputar anak-anak, kemudian dilanjutkan ke materi yang lebih dalam. Berikut aku rangkum beberapa materi yang disampaikan beliau.

Setiap orang tua pasti sangat mendambakan anak yang cerdas, kreatif, mandiri dan berakhlak mulia, tapi sayangnya tidak diiringi dengan kelimuan dalam merancang kemajuan anak. Ada orang tua yang fokus merancang prestasi keilmuan tapi minim dalam mengembangkan prestasi keimanan. Padahal prestasi keilmuan harus seimbang dengan prestasi keimanan.

IMG02552-20130406-1118

Anak yang semasa kecilnya sering mendapat penolakan dari orangtuanya, sebagaian besar ketika dia memasuki usia SMP atau SMA akan mengalami hambatan dalam pergaulan dan tidak terbuka dengan orang tuanya. Padahal kita orang tua, sangat ingin anak-anak terbuka dalam segala hal. Keadaan ini lah yang sering juga menyebabkan banyak permasalahan remaja seperti seks bebas, narkoba, tawuran pelajar dll.

Pak Fauzan menampilkan video tentang permasalahan remaja yang mengerikan. Diantara peserta terlihat sampai ada yang meneteskan air mata karena sedih melihat kondisi seperti ini. Beberapa tahun ke depan mungkin masalahnya akan lebih banyak lagi kalau orang tua tidak tanggap dengan anak-anaknya.

Sedemikan berpengaruhnya perlakuan orangtua ketika anak-anak masih balita, membuat kita harus lebih berhati-hati dalam berinteraksi. Anak kita bukanlah orang dewasa bertubuh kecil, tapi dia memang anak-anak yang butuh diajak berinteraksi dengan bahasa mereka. Penelitian menyebutkan bahwa dalam sehari anak membutuhkan minimal 13 kali pelukan dari orang tuanya, terutama usia balita. Hayyyoooo sudah peluk anaknya belum hari ini?

Anak-anak yang semasa kecil pernah dibentak sampai anak terkejut, akan kehilangan 500 sel otaknya. Terbayang kan kalau setiap hari anak menghadapi bentakan? Akan jadi apa anak kita. Rumah yang selalu penuh dengan amarah akan membuat anak menjadi sulit berkembang. Setiap anak itu istimewa, terlahir merdeka tanpa setitik dosa, punya hak yang sama dan punya potensi luar biasa. Jadi ciptakan suasana menyenangkan di dalam rumah kita.

IMG_0393

IMG_0394

Ketika Pak Fauzan bertanya ke beberapa peserta tentang kenalkah anda dengan anak masing-masing? Rata-rata menjawab kenal sambil menyebutkan nama, tingginya, bentuk wajah dll. Yaaa begitulah sebagian dari orang tua memang hanya mengenal anak secara fisik atau casingnya saja. Padahal di dalam anak kita sudah ada chip kesolehan, kecerdasan, kemamdirian yang belum diketahui oleh orang tuanya dan tidak dikembangkan dengan baik.

Beberapa informasi penting yang harus diketahui dan dimaksimalkan orangtua adalah pengetahuan tentang gaya belajar, pola energi, pola perilaku dan hemisfer Otak.

Ada beberapa cara manusia dapat meneria informasi yang erat kaitannya dengan cara belajar:

  1. Auditori

    Anak menerima informasi dengan pendengarannya yang lebih dominan. Anak dengan type ini memiliki sensitifitas yang tinggi, orang tua tidak boleh bicara dalam nada yang tinggi, tidak bisa belajar dalam keadaan berisik, tidak boleh belajar dalam hati. Cara belajarnya harus dengan bicara supaya telinga lebih mendengar. Jika ada masalah harus bicara berhadapan dari hati ke hati.

  2. Visual

    Menerima informasi dengan indera penglihatan yang lebih dominan. Boleh membaca dalam hati, bisa belajar di tengah keramaian. Cara mengajarkannya dengan metode maping (peta pikiran) dan banyak mengunakan kata, “dengarkanlah”, “perhatikan” dll yang mengaktifkan fungsi penglihatan

  1. Kinestetik

    Menerima informasi dengan indera penerima rangsang gerak, melibatkan banyak indera dan segala sesuatu yang berhubungan dengan gerak motorik Ciri-cirinya tidak bisa diam, selalu bergerak. Cara menyelesaiakn masalah dengan sentuhan dan pelukan. Anak Kinestetik sering di cap anak nakal karena tingkahnya yang selalu ingin bergerak, padahal begitulah caranya belajar.

Kita orang tua juga harus cerdas melihat apakah anak kita termasuk anak yang lebih banyak menggunakan otak kanan atau otak kirinya, karena dengan mengetahui hal ini akan lebih mudah mengarahkankan talentanya.

Seperti kita tahu, otak kanan didominasi dengan pusat khayalan dan kreativitas, seni, ekspresi, berpikir linear dan tidak terstruktur, tidak memikirkan hal-hal dengan detail, cara kerja memorinya jangka panjang dan apabila terjadi kerusakan pada area otak kanan yang terganggu adalah area kemampuan visual dan emosi.

Otak kiri didominasi perkembangan logika dan rasio, berpikir sistematis, bahasa verbal, berpikir linear, terstruktrur, analisis, cara berpikir jangka pendek dan apabila ada gangguan maka yang terganggu adalah kemampuan bicara, bahasa dan matematika.

IMG_0395

Dengan melihat dan mengenali seluruh potensi yang ada pada anak kita, diharapkan orang tua tidak salah dalam menyikapi karakter anaknya. Jadi benar ya, kecerdasan orang tua akan sangat berpengaruh dalam menjadikan anak-anak kita anak yang berkualitas.

Alhamdulillah seminar selesai sekitar 13.30. Pulang ke rumah dengan semangat baru untuk memberikan pola asuh terbaik untuk amanah yang telah Allah berikan ini. Tetap ya … ikutan seminar seperti ini belum menjamin jadi orang tua yang baik, masih terus belajar, belajar dan belajar supaya bisa memberikan yang terbaik buat Kanaya.

Mohon maaf kalau tulisannya semrawut, mudah-mudahan bermanfaat.

25 Komentar »

Review Buku : Cerita di Balik Noda

1359621710613_BukuCeritadiBalikNoda

Judul Buku       : Cerita di Balik Noda

Penulis              : Fira Basuki

Penerbit            : PT Gramedia

Cetakan            : Pertama, Januari 2013

Jumlah halaman : 235 halaman

Dunia cuci mencuci baju kotor itu selalu melekat dalam kehidupan kita sehari-hari. Entah laki-laki atau perempuan, anak kost, sampai pak presiden pun mungkin pernah juga merasakan aktivitas mencuci baju.

Selagi masih ada baju kotor itu pertanda kita seseorang yang aktif mengambil peran. Seringan ringannya aktivitas kita, pasti akan menimbulkan efek pada pakaian yang kita pakai. Meskipun kegiatan kita sehari hari hanya duduk manis di ruangan yang ber AC, tetap akan ada keringat kan. Apalagi buat ibu-ibu yang punya buah hati seperti saya, urusan baju kotor sudah menjadi menu sehari hari.

Kisah-kisah inspiratif “berani kotor itu baik” dirangkum dalam sebuah buku “Cerita di Balik Noda” karangan penulis terkenal Fira Basuki. Beliau menuliskan kembali cerita-cerita dari para pemenang lomba menulis yang beberapa waktu lalu diselenggarakan oleh Rinso.

Sebagai seseorang yang sudah lama bergelut di dunia tulis menulis dan banyak menghasilkan karya yang menakjubkan, tentu tulisannya di buku ini juga akan berkualitas. Karena itu saya tertarik membaca buku ini dan benar saja, saya menemukan banyak kisah inspiratif disini.

Dari beberapa tulisan di buku ini, ada satu tulisan yang sangat berkesan bagi saya, yaitu Bos Galak. Kisah ini menceritakan tentang seorang bos yang sangat disegani oleh bawahannya karena wataknya yang sering marah-marah. Semua orang tidak ada yang berani menghadapinya, tapi kemudian hadir seorang Rani yang mengungkap latar belakang Bu Elsi si bos galak. Di kejutan ulang tahunnya, Bu Elsi akhirnya mengakui bahwa dia berubah menjadi bos yang galak karena pelampiasan kesedihannya. Anak satu-satunya meninggal di usia 10 tahun dan kejadian itu membuatnya tertekan.

Setelah terungkapnya kisah Bu Elsi, para bawahannya memaklumi sikapnya selama ini. Suasana kejutan ulang tahun menjadi lebih cair saat salah satu dari mereka secara tidak sengaja mengotori baju Bu Elsi dengan kue tart. Tidak ada kemarahan karena kejadian itu, Bu Elsi justru tersenyum dan berakhir sudah suasana kantor yang mencekam.

Saya menyukai semua cerita-cerita di buku ini, karena kisahnya sangat menyentuh hati. Apalagi gaya penulisan mba Fira yang memang enak dibaca, tidak kaku dan membuat pembacanya ingin mengetahui isinya sampai akhir.

Tapi ada sesuatu yang kurang mengena di hati saya saat melihat covernya. Terlalu sederhana untuk tulisan-tulisan yang istimewa. Mungkin pemberian banyak warna dan gambar-gambar natural membuat pembaca lebih bersemangat lagi.

Secara keseluruhan buku ini bagus, dan sangat pas untuk menjadi koleksi perpustakaan mini di rumah kita. Setiap cerita inspiratifnya akan membuat kita berselancar mengetahui sisi lain dari arti “Berani Kotor itu Baik” .

Postingan  Cerita di Balik Noda dan Berani Kotor itu Baik  ini diikutsertakan dalam Kontes Ngeblog Review Buku “Cerita Di Balik Noda” yang diselenggarakan oleh KEB bekerjasama dengan Rinso.

logokeb2013small

30 Komentar »

Pertanyaan – pertanyaan itu….

 

36363636credit

Beberapa hari yang lalu aku blogwalking dan nyangkut di blognya Sofi dan Eka. Mereka menulis tentang orang-orang yang sering mengajukan pertanyaan yang seharusnya tidak perlu dipertanyakan karena itu wilayah yang pribadi sekali. Apalagi sambil bertanya, juga menjudge dan menyudutkan orang yang ditanya. Misalnya pertanyaan tentang jodoh atau keturunan. Memang sih yaaa…masyarakat kita dengan kultur yang ramah dan perhatian malah kadang membuat sebagian orang merasa tidak nyaman.

Aku jadi teringat dulu saat belum menikah. Ketika satu persatu teman-teman di kantor menyebarkan undangan pernikahan, maka para jombloers pasti kena sasaran bully dari teman yang sudah menikah.

wah si anu udah nyebarin undangan nih, kapan giliran kamu

Hyaaah…. kebalap lagi deh, kelamaan sihemang dikira pernikahan itu balapan mobil kek di sirkuit yak…:)

kapan nikahnya niy, betah amat sih jadi jomblo

cepetan nikah, keburu kiamat, enggak ngerasain nikah looh…”

*hanya bisa mengelus dada

Pernah juga ada temanku yang laki-laki belum menikah dapet pertanyaan lebih sensitif

“bro, kok elu belom nikah juga sih, elu masih normal dan masih suka sama perempuan kan?”

Gubraaaaakkk. Aku yang mendengarnya saja berasa linu apalagi yang dapat pertanyaan yak. Kalau enggak bisa kasih solusi dengan mencarikan jodoh, mbok yo jangan nambahin dengan kata – kata yang menyakitkan.

Setelah aku menikah, alhamdulillah sudah enggak ada pertanyaan lagi tentang pernikahan, tapi pertanyaan diganti dengan keturunan. :) . Baru sebulan menikah mulai muncul pertanyaan, sudah hamil belum ?. Sampai dengan beberapa bulan setelahnya, pertanyaan “sudah hamil belum” itu masih bertengger di puncak papan pertanyaan teratas. * kek tangga lagu di radio adjah.

Setelah memasuki usia setahun pernikahan dan aku belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan, pertanyaan mulai berganti,

belum hamil juga rin, cepetan atuh hamilnya, anakku aja udah dua

kenapa belum hamil? Periksa ke dokter dong, “ *emang klo periksa ke dokter kudu pengumuman pake toa ya :)

“ ayo cepetan hamil, ntar kebalap saya nih

sampai pertanyaan yang rada ekstrim

Kok belum hamil juga?, KB yah, maksudnya Kurang Bisa*eeeaaaaaa…..

Tidak mudah sebenarnya menghadapi orang dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan seperti itu, apalagi aku menikah hampir 4 tahun baru Allah memberi kehamilan. Kebayang kan ya 4 tahun, terus menerus dihujani pertanyaan “kenapa belum hamil juga?” .

Kalau aku biasanya menghadapi pertanyaan-pertanyan seperti itu dengan senyum pilu dan berujar, doakan ya semoga Allah segera memberi keturunan. Alhamdulillah saat belum hamil waktu itu, keluarga inti dari pihak suami dan dari keluargaku tidak pernah ada yang ribet mempermasalahkan hal ini, mereka malah selalu menyemangati aku. *Big hug mama dan ibu mertua

Siapapun kita, pastilah ingin memiliki kehidupan yang ideal, menikah di usia yang cukup dan segera punya anak-anak yang lucu. Tetapi kan manusia tidak bisa menyetir takdirnya sendiri, ada Allah yang berkuasa atas takdir seseorang.

Ketika kita diberikan kemudahan oleh Allah dalam hal jodoh dan keturunan, alhamdulillah , wajib di syukuri, tetapi bukan berarti standar ini bisa dipakai untuk menyamakan dengan orang lain, lalu membandingkan dengan kehidupan kita yang alhamdulillah sempurna. Alasan klisenya adalah ingin orang lain bahagia seperti kita, tapiiii ukuran kebahagiaan orang itu berbeda-beda juga kan. Bukan berarti orang yang belum ketemu jodohnya atau belum dikaruniai keturunan menjadi tidak bahagia hidupnya.

Waduuuuh kok jadi serius gini yaaak….. intinya sih kepengen mengajak diri sendiri dan teman-teman untuk lebih bijak lagi menggunakan lisannya, mungkin kita tidak tahu dibalik kata-kata kita yang terlihat biasa-biasa saja ini, sanggup membuat seseorang menjadi terluka hatinya.

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat hendaknya dia berkata perkataan yang baik ataupun diam” (HR Imam Al Bukhori)

51 Komentar »

Me and Family: Nuansa Putih

IMG_1138

Inilah foto keluarga kecilku. Foto ini diambil ketika sepulang sholat Idul Fitri tahun lalu. Sering banget sih foto bertiga tapi jarang pakai baju yang kompak. Kali ini sengaja pakai baju putih semua, supaya sesuai juga dengan tema lebarannya. Mumpung masih pada fresh, wajahnya sumringah karena sebentar lagi mau makan ketupat dan opor ayam, menyambut hari kemenangan, jadi kita foto dulu. Foto-foto bersama keluarga itu memang paling menyenangkan yaa……..

Postingan ini diikutsertakan dalam CAPek-Ma Berbagi  dengan Tema “Me and Family”

CAPek-Ma-Berbagi-2013

42 Komentar »

Tiga cinta di rumahku

Secara fisik, rumahku sangat mungil, bahkan saking mungilnya tidak bisa buat main petak umpet karena biasanya langsung ketebak dimana kita bersembunyi. *pengalaman pribadi main petak umpet sama Kanaya. Tapi selain mungil, rumahku juga strategis, mau ke kamar mandi deket, mau ke kamar tidur deket, mau ke dapur deket, mau selonjoran di ruang tivi juga deket banget. Hehehehe…..

Yaaah meskipun demikian adanya, aku bahagia ada di rumah cicilan itu. Tidak terbayang kalau aku punya rumah mewah seperti di film – film India, pastinya aku akan sangat kelelalahan kalau harus mengepel lantainya. * pemikiran emak sejati. Padahal sih karena memang belum sampai rezekinya punya rumah yang luas. Insya allah suatu saat terkabul.. aamiin.

Aku tidak sedang ingin membahas tentang sebuah rumah, apalagi rumah sang jendral yang jumlahnya puluhan itu, tapi aku ingin membahas tentang para penghuni rumahku yang unyu-unyu telah memberiku semangat dalam mengarungi hidup ini. ……Tsaaah.

Merekalah, tiga orang pilihan Allah, yang telah mewarnai hidupku dengan cinta dan kasih sayang, yang membuatku selalu bersyukur, Allah menakdirkanku bisa hidup bersama mereka. Suamiku, mamaku dan putri mungilku Kanaya, merekalah orang-orang yang membuat rumahku penuh dengan cinta, tawa, dan juga tangis. Penuh warna, penuh cerita.

Aku perkenalkan mereka satu persatu yaa…

Suamiku, satu-satunya lelaki di dalam rumahku. Memperbaiki genteng bocor dan pagar yang rusak adalah salah satu keahliannya. Makanya sewaktu pak Suami ini sempat hijrah 6 bulan ke Palembang, aku sangat kehilangan dia, selain tidak ada lagi ojeg pribadi, makanan di rumah jadi sering terbuang karena biasanya pak suami ini yang paling rajin menghabiskan makanan di rumah. :) . Beliau ini adalah suami, menantu dan ayah yang ideal… eciyeee jangan GR ya mas…… Pokoke istrimu ini love you puool dech……

Mamaku, adalah juga ibu yang penuh kasih. Teman-temanku banyak yang iri lho aku punya ibu seperti mama, uhuk…. Mamaku itu bisa jadi sahabat buat anak-anaknya sekaligus membuat suasana rumah jadi hangat dengan cerita-ceritanya. Mama sekarang tinggal bersama di rumahku sejak aku hamil dan memilih untuk ikut mengasuh Kanaya. Sudah berkali kali aku dilema dengan kondisi seperti ini, karena mama tidak mau ada pembantu di rumah. Pernah ada yang menyindirku , katanya tidak pantas orang tua ikut mengasuh anak, saat aku sampakan hal ini sambil menangis, Mama cuma bilang, ini pilihannya mama, dan mama juga ingin mendapatkan pahala karena mencurahkan cinta untuk anak dan cucunya…. ihiks…. love you always mama…..

Cinta ketiga di rumahku tentu saja si ceriwis Kanaya. Bocah 29 bulan ini adalah bintangnya keluargaku. Dia kunantikan selama 4 tahun pernikahan dan kehadirannya tentu membawa kebahagiaan yang tak terlukiskan. Celotehnya, tawanya, tangisnya jadi membuat hidupku lebih hidup, karena dia juga aku selalu bersemangat meng up grade diri supaya bisa menjadi ibu yang baik. Cerita tentang keseharian, tingkah laku dan perkembangan Kanaya aku catat secara khusus di blognya Kanaya.

Itulah tiga cinta di rumahku. Anugerah terindah yang Allah berikan padaku bisa bersama-sama mereka saat ini. Aku berdoa semoga Allah memberikan mereka kesehatan, keberkahan usia dan keselamatan dunia akhirat.

Terima kasih untuk mas, mama dan anakku yang telah mencintaiku dengan tulus, aku mencintai kalian karena Allah….. mmmuuuaaachhh. *ketjup satu satu

8088e9a7-5f9b-43ad-86a1-0aa809507fccwallpaper

 ”POSTINGAN PENUH RASA SYUKUR INI UNTUK MEMERIAHKAN SYUKURAN RAME RAME MAMA CALVIN, LITTLE DIJA DAN ACACICU

logo nature

67 Komentar »

Mengingat “Full House” kembali

Yaaak…. saatnya mengerjakan PR dari mba Lidya….

Dapet tugas untuk membuat tulisan tentang sitkom yang disukai dan pernah ditonton cencunya. Sejujurnya sewaktu masa anak-anak aku jaraaang banget nonton acara-acara di TV, bukan karena aku anak pinter yang senengnya belajar daripada nonton TV,…. bukaaaaan bukan itu, *kali ini tidak ada pencitraan kok. Tapi karena cuma punya TV satu biji dan berebut sama papa yang sukanya nonton acara kelompencapir di TVRI. Sebagai anak yang berbakti, tentulah aku lebih memilih mengalah dong yaaa, daripada seminggu gak dikasih uang jajan… hihihihii. Mengalah sama ga berani beda gak sih…

Etapi meskipun demikian, ada saatnya juga papa pergi kemanaaa gitu dan TV ditinggalkan seorang diri. Itulah saatnya aku menguasai remote control. Acara yang paling disuka adalah dunia dalam berita film kartun dan salah satu film luar yang disuka itu sitkom Full House *ketawan dah tuirnya. Adik adikku juga suka banget sama Full House ini, jadi kami nonton bertiga sambil ketawa-ketawa.

 full-house-wallpapers-1600x1200

credit

Dari pertama kali nonton, aku sudah mulai suka karena unik banget ya satu rumah laki-laki dewasa harus mengasuh beberapa anak. Adegan paling lucu itu saat si ayah harus ganti popok sikembar dan saking bingungnya si kembar malah dimasukin ke ember. Tuuh kan saking sukanya …. aku masih inget lho jalan ceritanya sampai sekarang *kenapa mesti bangga ya… bingung.

Meskipun judulnya komedi dan ada banyak pemeran anak-anaknya, tetep yaaa…. namapun film luar yang sangat bebas sekali norma-normanya, tetap ada adegan kissing dan sejenisnya, meskipun ada sensornya dikit. Hiiihihii … penting ye dibahas.

Dari seluruh pemeran film Full House aku paling suka sama perannya si kembar. Lucu, menggemaskan dan actingnya sangat natural sekali. Jadi seolah olah dia memang sedang memerankan dirinya sendiri. *Sok pengamat film.

untitled1

 credit

kembar-olsen-300x189 credit

Ini film karena saking lamanya di putar jadi secara tidak sengaja memperlihatkan juga perkembangan para pemerannya. Si kembar yang mulai main sitkom sejak bayi masih tetap berperan sampai mereka usia balita. Dan sekarang udah dewasa banget. Yaaa iyalah ini film taon jadul kaan.

Hayooo teman-teman ada gak sitkom jadul yang disuka….

52 Komentar »

About life on and off screen

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Ladeva's Blog

Let's share a cup of tea with me

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Klinik Tumbuh Kembang

Ruang Diskusi Tumbuh Kembang dan Nutrisi Balita

Elam Sanurihim Ayatuna

it's always a good time...

pandakembali

Kembalinya Panda dari pertapaan :D

bluecuriosa

Just Me and My Minds...

Capturing Moments

everything around me

Cerita EKA

Each day is a new life. Seize it. Live it.

Making Memories

We don’t remember days, we remember moments

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

The AB's Fam Simplicity...

Please Talk..Please Share

pitaloka89

Ketika Keinginan Itu Ada, Apapun Mungkin...

Miranty Januaresty

- I Believe I Can Fly and I Never Give Up -

_matahari terbit_

penuh smangaD fajar

Rest Area KM 49

tempat rehat dari hiruk pikuk kehidupan

Keluarga Rahman

Let Love Lead

indahmumut

It's a Random Story About Random Things with Random Pictures

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 80 pengikut lainnya.